Waspada Aparat ‘Gadungan’ Waspada Aparat ‘Gadungan’
GerbangBengkulu – Profesi Polisi dan TNI masih saja ‘dipalsukan’. Berpura-pura sebagai aparat sekedar untuk gagah-gagahan, menakut-nakuti, bahkan untuk menipu orang. “Atribut anggota TNI dan... Waspada Aparat ‘Gadungan’

GerbangBengkulu – Profesi Polisi dan TNI masih saja ‘dipalsukan’. Berpura-pura sebagai aparat sekedar untuk gagah-gagahan, menakut-nakuti, bahkan untuk menipu orang.

“Atribut anggota TNI dan Polri saat ini dijual bebas, untuk itu warga harus mewaspadainya karena bisa saja disalahgunakan oknum polisi/TNI gadungan sehingga bisa merugikan masyarakat”, kata Kapolda Bengkulu, M Ghufron.

Masyarakat sipil yang memakai atau menggunakan atribut Polri ataupun atribut TNI, kata Kapolda harus diwaspadai atau patut dicurigai, karena tidak sedikit kejadian kejahatan dilakukan oleh orang-orang tak bertanggungjawab dengan menggunakan atribut seragam polisi ataupun tentara.

Penggunaan atribut polisi atau tentara, lanjut M Ghufron, bisa digunakan masyarakat sipil untuk kegiatan seperti karnaval, pembuatan film dengan izin, ataupun pertunjukan resmi lain serta untuk kegiatan edukasi, seperti ‘Polisi Cilik’ seragamnya sudah disetujui.

Himbauan tentang hal ini disampaikan oleh Kapolda Bengkulu, usai menggelar kegiatan bersama TNI dan Polri di markas Yonif 144 Jaya Yudha Curup Kabupaten Rejang Lebong, Senin (7/9/2015).

Sebelumnya, Polres Rejang Lebong berhasil mengamankan tersangka pelaku pemerkosaan seorang pelajar pada Kamis (3/9), dalam aksinya, tersangka mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Brida. Polisi abal-abal itu mengaku-aku bertugas di Polsek Bermani Ulu. (mal004)

redaksi 35

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *