Tidak Serius Tangani Permasalahan Tambak Udang Illegal, Pemkab Sumenep Kembali Didemo Tidak Serius Tangani Permasalahan Tambak Udang Illegal, Pemkab Sumenep Kembali Didemo
Demonstran sedang melakukan orasi
Sumenep, GerbangBengkulu – Aktivis Mahasiswa yang tergabung Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep kembali menggelar aksi Demontrasi didepan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Sumenep, Madura,... Tidak Serius Tangani Permasalahan Tambak Udang Illegal, Pemkab Sumenep Kembali Didemo

Sumenep, GerbangBengkulu – Aktivis Mahasiswa yang tergabung Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep kembali menggelar aksi Demontrasi didepan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, (05/11/2020).

Sejumlah massa Laki-laki tidak mengenakan baju dan bertuliskan “Tambak Udang”. Mereka berorasi secara bergantian dia atas pagar  kantor Pemda.

Kemudian, mereka merapat ke halaman Pemkab dan ditemui pihak jajaran OPD terkait. Seperti DPMTSP dan Asisten tiga Bupati Sumenep.

Kordinator Aliansi BEM Sumenep, Ahmad Budi Irfani mengatakan, pihaknya kecewa terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) yang katanya reformasi birokrasi hari jadi Sumenep ke 751.

“Artinya, Pemerintah Daerah benar-benar tidak serius dalam menangani persoalan tambak udang ilegal. Dan merekomendasi untuk ditutup paksa,” ujarnya

Ia menilai, pemerintah setempat tidak berani mengambil tindakan berupa penutupan paksa terhadap tambak udang ilegal.

“Itu dibuktikan dengan penyampaian Asisten tiga Bupati bahwa, ada dua tambak udang legal dan limbahnya tidak dibuang ke pantai. Tapi yang merusak lingkungan itu adalah tambak yang nakal,” jelasnya

Namun, kata dia, setelah diminta keterangan atau bukti autentik adanya pernyataan tersebut, pihak pemerintah yang diwakili asisten tiga tidak dapat menyampaikan secara detail dan tidak bisa menindak.

“Mereka muter-muter saja. Setelah diberi kesempatan untuk mendata, hasilnya sangat memalukan sekali. Yang diberikan tidak sesuai dengan administrasi perijinan dua tambak ini,” jelasnya

Merekapun akan membawa massa yang lebih banyak lagi bila tuntutan yang meresahkan masyarakat itu tidak segera diselesaikan. “Mungkin kami akan membawa simpel limbah untuk disiramkan ke Pemkab, agar mereka merasakan penderitaan orang disekitar tambak udang itu,” tegasnya

Sementara, asisten tiga Bupati Kabupaten Sumenep, Herman Purnomo menjelaskan, pihaknya masih akan melakukan uji lab limbah dalam waktu lima belas hari sesuai yang ditentukan.

“Kami akan menindak bagi pemilik dan tambak udang yang ilegal. Hasil dari itu, akan dilakukan dengan rapat besar bagaimana tindakan selanjutnya,” dalihnya

Dan sayangnya, pihaknya tidak menyebutkan berapa jumlah dari tambak udang yang legal dan ilegal yang beroperasi di Kabupaten Sumenep.

“Belum saya tau itu. Untuk sanksi, nanti akan dilihat dari aturannya itu sendiri,” ucapnya (Tf022)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *