Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Kisah Kakak Beradik di Seluma, Makan Nasi dengan Mie Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Kisah Kakak Beradik di Seluma, Makan Nasi dengan Mie
GerbangBengkulu – Anton pemuda 21 tahun, warga Desa Talang Benuang, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, berjuang hidup tanpa orang tua dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.... Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Kisah Kakak Beradik di Seluma, Makan Nasi dengan Mie

GerbangBengkulu – Anton pemuda 21 tahun, warga Desa Talang Benuang, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, berjuang hidup tanpa orang tua dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Almarhum ibu meninggal dunia sejak 2018, bapak tidak ada lagi, Dia menikah lagi dan kami ikhlas,” ujar Anton, Kamis 7 Mei 2020.

Anton menuturkan, dirinya tinggal berdua dengan adik perempuannya yang berusia 13 tahun.

“Adik kelas 1 SMP, saya hanya tamat SMP (sekolah menengah pertama). Dulu ingin melanjutkan SMA, namun saat itu adik lulus sekolah dasar sehingga saya memprioritaskan adik untuk melanjutkan sekolah,” ucapnya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, jalas Anton, dirinya bekerja bongkat muat karet hingga menjadi pengunjal BBM di SPBU Sukaraja, “Dalam satu pekan, kadang memperolah penghasilan 300 ribu.”

Bekerja sebagai mengunjal BBM, dirinya memperoleh penghasilan Rp 5 ribu per satu tangki. Mengantre seharian penuh sebagai pengunjal BBM dirinya mendapat penghasilan Rp 20 ribu.

Diceritakan, karena dirinya ‘berstatus sebagai lajang’ sehingga tidak mendapatkan sejumlah program bantuan dari pemerintah.

Ketika ditanya apakah uang Rp 300 ribu mencukupi kebutuhannya, Anton menjawab, “Cukup bang, apalagi saya tidak merokok, kalau kurang kami hanya beli beli beras dengan mie,” ucapnya. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *