Tak Mau Provokatif, Upayakan Islah dengan Kemenkumham Tak Mau Provokatif, Upayakan Islah dengan Kemenkumham
BENGKULU – Partai Persatuan Pembangun (PPP) kepengurusan Djan Faridz mendatangi Graha Pena Bengkulu Ekspress (BE), kemarin. Bersama Wakil Ketua Umum DPP PPP Humprey Djemat dan... Tak Mau Provokatif, Upayakan Islah dengan Kemenkumham

BENGKULU – Partai Persatuan Pembangun (PPP) kepengurusan Djan Faridz mendatangi Graha Pena Bengkulu Ekspress (BE), kemarin. Bersama Wakil Ketua Umum DPP PPP Humprey Djemat dan Ketua DPW PPP Provinsi Bengkulu, Diah Nurwiyati SH MH beserta beberapa pengurus DPP dan DPW bersilaturahmi dengan kru BE. Kedatangan pengurus PPP disambut baik oleh Pemimpin redaksi harian BE, Suherdi Marabillie, Manajer Iklan Hadi Nurahman, Manajer IT Fino Felino, Koordinator Liputan Iyud D Moersito, Redaktur Harian BE, Zalmi Herawati dan sejumlah wartawan.

“Ini sebuah kebanggaan bagi kami karena dikunjungi oleh pengurus PPP. Sebenarnya kami cukup prihatin dengan permasalahan PPP saat ini. Namun kami selaku media massa menerima secara terbuka bagi siapa saja berkunjung,” ujar Suherdie.

Waketum DPP PPP, Humprey Djemat menyadari kebingungan masyarakat dengan persoalan yang terjadi di PPP. Karena kedua kepengurusan tersebut semuanya mengaku adalah PPP yang sah. Lepas dari persoalan tersebut, dirinya juga merasa prihatin dengan keadaan tersebut.

“Kami prihatin dengan persoalan seperti ini. PPP ini partai besar yang masih memegang azas keislaman dan juga partai tertua,” tuturnya.

Dalam hal ini, kepengurusan Djan Faridz tak ingin memperuncing masalah dengan mengeluarkan statemen-statemen yang provokatif yang dapat menciptakan konflik berarti.

“Kami tidak mau terpancing dengan hal itu,” tegasnya.

Masih menurut Djemat, kepengurusan mereka adalah kepengurusan yang memilki kekuatan hukum karena menang dalam PTUN. Mereka sangat yakin dengan posisi hukum yang dimiliki kepengurusan Djan Faridz saat ini. Mereka pun tidak mau islah dengan kubu Romi yang tidak jelas posisi hukumnya.

“Yang kita inginkan adalah islah dengan Yasona Laoly dari Kemenkumham bukan dengan kubu Romi yang tidak jelas hukumnya. Partai Islam tidak boleh mempermainkan islah,” tegasnya lagi.

Setelah putusan dari PTUN yang dimenangkan Djan Faridz, mereka masih menunggu putusan dari Menkumham untuk dilakukan pengesahan. Kemudian kepengurusan Djan Faridz kan membuka penjaringan bakal calon kepala daerah untuk Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang.

Sementara itu, ketua DPW PPP Provinsi Bengkulu, Diah Nurwiyati SH MH mengatakan tujuan utama pengurus DPP PPP ke Bengkulu untuk mengadakan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Hotel Amaris Bengkulu.

“Yang kita adakan hari ini adalah Rapimwil dengan DPC yang telah di SK kan. Kepengurusan yang lama telah berkahir pada Februari 2015 lalu,” jelas istri Agusrin M Najamudin ini.

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *