Polisi Jelaskan Kronologis Peristiwa Berdarah di Pasar Malam Cahaya Negeri Polisi Jelaskan Kronologis Peristiwa Berdarah di Pasar Malam Cahaya Negeri
GerbangBengkulu – Kapolres Seluma AKBP Swittanto Prasetyo, menggelar konferensi pers terkait penganiayaan berat yang mengakibatkan Supriyadi (42) alias Cakil, warga Desa Sidosari Kecamatan Sukaraja... Polisi Jelaskan Kronologis Peristiwa Berdarah di Pasar Malam Cahaya Negeri

GerbangBengkulu – Kapolres Seluma AKBP Swittanto Prasetyo, menggelar konferensi pers terkait penganiayaan berat yang mengakibatkan Supriyadi (42) alias Cakil, warga Desa Sidosari Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, tewas.

“Untuk penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi pada Jumat 12 Februari sekitar jam 21.30 WIB, tempat kejadian di Pasar Sabtu, Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sukaraja, dipicu pungutan uang parkir,” jelas Swittanto, Senin 15 Februari 2021.

Disampaikan, pelaku bernama Wartawan Yustin alias Aan, 40 tahun. “Korban meninggal dunia di rumah sakit M Yunus Bengkulu,”

Ditegaskan Kapolres, pelaku melakukan penganiayaan seorang diri.

“Kami sampaikan ke rekan-rekan media, pelaku atau tersangka ini melakukan aksinya seorang diri, sendirian,” tegasnya.

Sebelum kejadian, tersangka mendatangi salah seorang saksi dan menyampaikan jika dirinya akan berkelahi dengan korban. Saksi menyampaikan kepada pelaku agar jangan terjadi perkelahian.

“Saksi menyampaikan jika korban akan diberitahu atau dinasehati. Kemudian, pada saat korban mengobrol dengan saksi tiba-tiba pelaku datang dengan membawa kayu sepanjang satu meter dan langsung memukul wajah korban,” jelasnya.

Korban seketika terjatuh, dan saksi yang ada ditempat kejadian diminta pergi oleh tersangka. saksi yang ketakutan kemudian pergi dari lokasi.

“Pelaku kemudian kembali memukul wajah korban sebanyak dua kali, selain itu menginjak di dada dan wajah, dan menyeret korban ke belakang pasar sejauh 15 meter,” ungkapnya.

Disampaikan, pelaku penganiayaan ini adalah petugas parkir di pasar sabtu. Untuk motifnya, lanjut Swittanto, tersangka ini tersinggung atas perilaku korban yang disebut tidak pernah memberikan uang parkir.

“Kemudian, menurut tersangka pelaku sering menantang berkelahi, itulah motif atau alasan tersangka melakukan penganiayaan hingga akhirnya korban meninggal dunia,” sampainya.

Atas tindakan yang dilakukan ini tersangka mengaku menyesal. “Menyesal pak,” ucapanya saat ditanya wartawan dalam konferensi pers.

Usai kejadian pelaku menyerahkan diri ke petugas kepolisian yang pada saat itu sedang melaksanakan patroli di pasar malam.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal 338 tentang pembunuhan juncto pasal 354 KUHP tentang penganiayaan yang mangakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman 15 tahun kurungan. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *