Polda Bengkulu Gelar Sarasehan Kebangsaan, Tegaskan NKRI Harga Mati Polda Bengkulu Gelar Sarasehan Kebangsaan, Tegaskan NKRI Harga Mati
GerbangBengkulu – Kepolisian Daerah Bengkulu melaksanakan sarasehan kebangsaan bersama para perwakilan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Seluma dengan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)... Polda Bengkulu Gelar Sarasehan Kebangsaan, Tegaskan NKRI Harga Mati

GerbangBengkulu – Kepolisian Daerah Bengkulu melaksanakan sarasehan kebangsaan bersama para perwakilan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Seluma dengan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bengkulu, pada Selasa 17 September 2019.

Dalam sarasehan ini, panitia kegiatan menghadirkan tiga narasumber yakni Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Supratman, Ketua PWNU Bengkulu Kiai Zulakarnain Dali dengan mantan narapidana terorisme Rusman Gunawan.

Dalam pemaparannya Kapolda Bengkulu meminta masyarakat untuk ikut menjaga keamanan di masyarakat, karena sudah menjadi kewajiban bersama tanggung jawab keamanan adalah milik bersama.

Supratman menyampaikan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan ideologi pancasila adalah anugerah bagi bangsa Indonesia.

“Negara Irak yang dikenal dengan negeri 1001 malam kini telah habis, apakah negeri kita akan kita buat seperti itu. NKRI harga mati,” kata Supratman.

Diceritakan, saat kerusuhan 1998 dirinya masih berpangkat kapten dan bertugas di daerah Jawa Timur.

“Istri saya saat itu tengah hamil, saya mengungsikan dia. Di Bengkulu mungkin saat itu tidak begitu merasakannya (suasana konflik 1998-red), namun saya merasakan bagaimana mencekamnya suasana saat terjadinya konflik,” tuturnya.

Disampaikan, NKRI adalah tanggung jawab kita bersama dan dia mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat Bengkulu sehingga keamanan dan ketertiban terjaga.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai informasi di media sosial dan jangan mudah terprovokasi atas informasi yang diterima di medsos. “Hati-hati dengan medsos, positifnya banyak negatifnya juga banyak,” tandasnya.

Rusman Gunawan, mantan napi terorisme dalam pemaparannya menyampaikan, NKRI dengan ideologi pancasila sangat sesuai dengan bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam etnis sehingga tercipta negara yang aman dan tenteram.

“Bapak Kapolda tadi bilang NKRI harga mati, bagi saya bilang NKRI harga pas,” ucapnya, seusai menceritakan konflik di negara timur tengah, seperti di Negara Suriah yang konflik perang saudara.

Ditambahkan, dirinya meminta masyarakat dan organisasi kemasyarakatan merangkul para mantan napi terorisme dan tidak mengucilkannya.

Kiai Zulkarnain menegaskan, jika Ormas NU sesuai instruksi kementerian agama dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama membuka tangan menerima para mantan napi terorisme.

“Ormas NU merangkul semua pihak, karena NU memiliki dasar Ukhuwah Basariah atau hubungan sesama manusia dan Ukhuwah Wathoniah atau hubungan sesama bangsa yang tidak membedakan ras, suku dan golongan,” tuturnya. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *