“Penyu” Salah Satu Makanan Khas Adat Enggano “Penyu” Salah Satu Makanan Khas Adat Enggano
Gerbang Bengkulu, Penyu merupakan salah satu hewan laut yang mendukung keseimbangan ekosistem laut. Hewan laut yang satu ini adalah salah satu hewan yang dilindungi... “Penyu” Salah Satu Makanan Khas Adat Enggano

Gerbang Bengkulu, Penyu merupakan salah satu hewan laut yang mendukung keseimbangan ekosistem laut. Hewan laut yang satu ini adalah salah satu hewan yang dilindungi dan tidak boleh sembarangan ditangkap, belum lagi jumlahnya yang terbilang langka.

Berbeda dengan masyarakat pulau Enggano, kabupaten Bengkulu Utara, bagi masyarakat pulau Enggano Penyu merupakan salah satu makanan khas adat saat pesta pernikahan maupun pesta adat.
Jumlah penyu yang diambil sekitar 10 ekor. Tradisi ini sudah terjadi turun temurun. Dengan kondisi penyu yang langka, tentu hal ini berpotensi merusak ekosistem. Menanggapi hal ini, salah satu ketua adat di desa Apoho, yaitu kepala suku Kahwa, yang juga aktif di organisasi masyarakat adat ini menjelaskan, bahwa mereka sudah mendapatkan izin dari pemerintah.

“Kami sudah dapat izin dari pemerintah, soalnya ini adalah tradisi. Setiap pesta adat dan pernikahan harus menyediakan panganan penyu dan akan ada resiko bila tidak dilakukan.” Ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa resiko itu bisa berupa musibah. “Dulu sempat mengadakan pesta tanpa penyu, tiba-tiba setelah pesta pernikahan usai, si pengantin mendapat musibah. Resiko yang ditimbulkan ini tidak main-main, bisa mengakibatkan kematian pada pengantin atau ketua adat berupa terserang penyakit.” pungkasnya. (Mei)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *