Pembelajaran Tatap Muka Di Sumenep akan diberlakukan pada 2021. Pembelajaran Tatap Muka Di Sumenep akan diberlakukan pada 2021.
Sumenep, GerbangBengkulu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur akan memberlakukan Pembèlajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran 2021. “Tahun Ajaran semester genap... Pembelajaran Tatap Muka Di Sumenep akan diberlakukan pada 2021.

Sumenep, GerbangBengkulu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur akan memberlakukan Pembèlajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran 2021.

“Tahun Ajaran semester genap pada Januari 2021 Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sumenep akan diberlakukan tanpa melihat zona Covid-19,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Carto, Rabu (25/11/2020).

Meski begitu, pihaknya tetap memberlakukan syarat transisi selama dua bulan kepada setiap lembaga sekolah dari masing-masing tingkatan. TK, SD, SLTP dan SLTA.

“Contoh ,untuk tingkatan TK, didalam kelas hanya dibatasi lima siswa. Jika siswanya banyak, harus dibagi,” terangnya

Selain itu, pemberlakuan pelajaran tatap muka juga tetap harus mengacu pada izin gugus tugas percepatan penanganan covid-19 setempat. Kemudian, lembaga sekolah harus siap dengan alat protokol kesehatan.

“Juga harus disertai izin orang tua dan diikuti kesepakatan tim comite sekolah masing-masing,” jelasnya

Pihaknya menjelaskan, untuk menghadapi pembelajaran tatap muka, pihaknya telah melakukan beberapa persiapan, termasuk cek list kelengkapan protokol kesehatan di masing-masing sekolah. Termasuk Alat Pelindung Diri (APD).

“Nanti akan langsung di cek list oleh pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan dibantu tim satgas covid-19 setempat,” ungkapnya

Selain itu, pihaknya telah membuat Standart Operasional Prosedur (SOP) dalam mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Mulai dari berangkat kesekolah, sesampai disekolah dan sampai kembali ke rumah siswa masing-masing,” jelasnya

Ditambah lagi, lembaga sekolah harus menyiapkan Unit Kesehatan Sekolah untuk mengantisipasi adanya siswa yang reaktif covid-19 saat dilakukan cek kesehatanya.

“Dan lembaga sekolah berkewajiban menghubungi puskesmas setempat sebagai rujukan sebagai tindak lanjut perawatan siswa,” pungkasnya.(Tf022)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *