OPD Diduga Langgar Aturan Pemerintah Sumenep OPD Diduga Langgar Aturan Pemerintah Sumenep
GerbangBengkulu – Dua OPD di lingkungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga melanggar aturan pemerintah. Salah satunya mengadakan kegiatan mengumpulkan kerumunan. Sedangkan, Bupati Sumenep... OPD Diduga Langgar Aturan Pemerintah Sumenep

GerbangBengkulu – Dua OPD di lingkungan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diduga melanggar aturan pemerintah. Salah satunya mengadakan kegiatan mengumpulkan kerumunan.

Sedangkan, Bupati Sumenep beserta jajaran forkopimda terus sosialisasikan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya, menggunakan masker dan tidak melakukan kegiatan yang bersifat kerumunan.

Sekretaris Dinas Cipta Karya Sumenep, Imam Suhadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya berdalih bahwa, kegiatan itu hanya spontanitas.

“Kegiatan itu hanya spontanitas saja, jangan cari kesalahan orang lah. Itu di pasar juga seperti itu ” dalihnya.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-75.

“Kumpul begitu hànya sekali dalam setahun,” ungkapnya

Dalam kegiatan tersebut, di rangkai dengan berbagai permainan. Diantanya, membentuk shaf lurus kedepan, kemudian memindahkan tepung menggunakan tangan diatas kepala secara bergilir.

“Sekarang kan sudah masuk New Normal. Kita melampiaskan pikiran. Intinya itu euforia lah,” ujanya

Sementara Ketua DPRD Sumenep, Abd. Hamid Ali Munir tetap meminta lapisan masyarakat tetap mematuhi aturan pemerintah, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Karena ini dampaknya bukan hanya kepada orang sakit saja, melainkan juga berdampak pada ekonomi,” jelasnya

Sementara Humas Polres Sumenep AKP Widiarti sebagai penegak hukum tetap menghimbau berbagai elemen agar  tetap mematuhi aturan pemerintah, dalam upaya memutus penyebaran Covid-19.

“Yang jelas kami sangat menyayangkan, semestinya, aparatur pemerintah itu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Jika melanggar akan di Sanksi,” sesalnya. (Tf022)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *