Profesi pengemis jalanan seakan menjadi tren dikalangan penderita cacat fisik, tak jarang mereka juga membawa anak-anak ikut meminta-minta kepada pengguna jalan. Maraknya pengemis jalanan...

Profesi pengemis jalanan seakan menjadi tren dikalangan penderita cacat fisik, tak jarang mereka juga membawa anak-anak ikut meminta-minta kepada pengguna jalan.

Maraknya pengemis jalanan terkadang juga membuat pengguna jalan protokol menjadi terganggu, hal ini dikarenakan sebagian pengemis memaksa pengguna jalan agar memberi uang. Tak jarang engguna jalan yang awalnya merasa kasihan melihat keadaan fisik mereka berubah menjadi marah karena tindakan memaksa yang dilakukan oleh sebagian pengemis.

terbatasnya lapangan pekerjaan bagi penderita cacat fisik membuat sebagian dari mereka tidak punya pilihan lain selain menjadi pengemis, “Kami sudah mencari alternatif lain selain mengemis, tapi tidak ada tempat yang mau menerima kami untuk bekerja,” ungkap Nilam salah satu pengemis di simpang empat Sukamerindu.

Ibu dua anak ini menderita tuna netra sejak empat tahun lalu, sejak itu ia menjadi pengemis karena tempat ia bekerja sebelumnya tidak bisa mempekerjakannya lagi. Saat mengemis, ia membawa kedua anaknya yang masih berusia belasan tahun guna mentunnya meminta belas kasihan para pengguna jalan.

“Saya berharap penderita cacat fisik seperti saya mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat, supaya penderita cacat fisik tidak perlu lagi memilih sebagai pengemis untuk bertahan hidup” Keluh Nilam

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *