Mendagri Diminta Libatkan Lembaga Adat Terkait Penunjukan PJ Gubernur Babel Mendagri Diminta Libatkan Lembaga Adat Terkait Penunjukan PJ Gubernur Babel
GerbangBengkulu-Menteri Dalam Negeri diminta melibatkan lembaga adat serta Forum Komunikasi Presidium Perjuangan Provinsi Bangka Belitung terkait penunjukan PJ Gubernur. Hal tersebut ditegaskan Datuk Panglima... Mendagri Diminta Libatkan Lembaga Adat Terkait Penunjukan PJ Gubernur Babel

GerbangBengkulu-Menteri Dalam Negeri diminta melibatkan lembaga adat serta Forum Komunikasi Presidium Perjuangan Provinsi Bangka Belitung terkait penunjukan PJ Gubernur.

Hal tersebut ditegaskan Datuk Panglima Lembaga Adat Melayu (LAM) Negeri Serumpun Sebelai (NSS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Johan Murod Babelionia, SH. S.IP. MM, Minggu (25/4).

“Pemerintah pusat ini harus bijak dalam membuat kebijakan-kebijakan. Tolong libatkan. Kan di Bangka Belitung ini ada dua kekuatan selain kekuatan pemerintah. Pertama, Lembaga Adat, kedua, ada Forum Komunikasi Presidium Perjuangan Provinsi Bangka Belitung. Nah supaya ini dilibatkan, diundang oleh Menteri Dalam Negri untuk berdiskusi untuk menentukan PJ Gubernur Bangka Belitung,” ujar Panglima Adat yang bergelar Datuk Panglima Negri Serumpun Sebalai ini.

PJ Gubernur yang akan menjabat selama dua tahun, menurut Johan, memiliki peran strategus dalam memajukan daerah.

“Membentuk Bank pembangunan daereah Kepulauan Bangka Belitung yang selama 22 tahun ini belum juga terbentuk, membangun infrastruktur konektivitas antar kabupaten, kemudian proyek-proyek dalam rangka meningkatkan produktivitas masyarakat terutama masyarakat nelayan  seperti pelabuhan, perikanan pantai dan banyak lagi yang musti dia kerjakan,” tambah Johan yang juga Wakil Ketua Forum Presidium Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Johan juga berharap, PJ Gubernur Bangka Belitung terpilih nanti adalah orang yang masih energik dan relatif masih muda serta memiliki kecerdasan yang mumpuni.

“Gubernur harus memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional plus masih energik, relatif muda umurnya. Jangan orang  yang sudah mau pensiun,” tambahnya.

Menurut Johan Murod, kalau baru satu tahun menjabat terjadi pergantian kembali, akan berdampak pada ketidak stabilan di daerah. Bahkan, menurutnya, berpotensi merembet ke nasional.

“Karena kan kalau dia pensiun nanti terjadi ketidak stabilan, katakanlah kinerja tidak stabil, politik terjadi gonjang-ganjing di daerah. Daerah Bangka Belitung ini kan tidak jauh dari Jakarta. Bisa saja dari daerah merembet ke pusat karena banyak mahasiswa dari Kepulauan Bangka Belitung di Jakarta, banyak masyrarakat Bangka Belitung di Jakarta yang akhinya melakukan protes dan akhirnya pemerintah pusat repot juga,” tegasnya. (*)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *