Korban Tembak Bambang Purwoko: Saya Beruntung Jadi Bagian dari TGPF Korban Tembak Bambang Purwoko: Saya Beruntung Jadi Bagian dari TGPF
GerbangBengkulu – Jarum infus masih menancap di lengan kanannya. Berbaju pasien warna hijau tosca, berselimut tebal, Bambang Purwoko masih tergolek di ruang perawatan RSPAD... Korban Tembak Bambang Purwoko: Saya Beruntung Jadi Bagian dari TGPF

GerbangBengkulu – Jarum infus masih menancap di lengan kanannya. Berbaju pasien warna hijau tosca, berselimut tebal, Bambang Purwoko masih tergolek di ruang perawatan RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Perban yang melekat pada tangan dan kakinya pun belum dilepas.

Namun, kondisi fisik anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Intan Jaya itu, tak menyurutkan semangatnya untuk terlibat menyelesaikan tugasnya dalam TGPF. Peristiwa mencekam, penembakan atas dirinya dua pekan lalu dalam insiden penghadangan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua itu seolah dilupakannya.

Dari rumah sakit, Bambang Purwoko, yang mewakili unsur akademisi dalam TPGF itu masih terus aktif ikut diskusi jarak jauh. “Saya bangga, beruntung menjadi bagian dari tim, dan merasa senang bisa bergabung, berinteraksi dan berdiskusi dengan bapak-bapak dari berbagai kalangan; pemerintah, masyarakat, dan akademisi. Senang berada di lingkungan pribadi-pribadi penuh integritas yang bekerja penuh ketekunan, kejujuran, dan kesungguhan,” ujar Bambang, Rabu (21/10). Sorot matanya tetap tajam, penuh energik.

Bambang Purwoko, perwakilan dari unsur akademisi, sehari-hari adalah dosen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia juga dikenal sebagai peneliti dan pemerhati tentang Papua yang banyak membantu masyarakat Papua. Saking cintanya, bahkan Bambang memiliki anak asuh dari Papua.

Bambang mengalami penembakan saat tim berada di tanjakan Wawogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Intan Jaya, dalam perjalanan kembali dari TKP Hitadipa. Ia tertembak di bagian kaki dan tangan. Kondisinya kini berangsur normal dan dalam proses pemulihan.

Dijelaskan, karena kondisi kesehatannya, ia tidak bisa mengikuti diskusi intens dalam merumuskan hasil investigasi. Tapi dengan penuh semangat, ia tetap aktif memberikan poin-poin pemikiran lewat grup diskusi tim di grup percakapan.

“Setelah 9 hari melalui turbulensi lahir batin, spiritual dan fisik, kini kondisinya sudah semakin nyaman dan semakin baik. Saya beruntung dalam insiden ini dilakukan evakuasi cepat dan pengamanan ketat, kini dirawat oleh tenaga medis terbaik dengan fasilitas terbaik untuk penyembuhan,” ujar Bambang.

Bambang tidak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada Menko Polhukam Mahfud MD, yang memberikan kepercayaan untuk bergabung dalam tim. Ia juga mengapresiasi upaya dan perhatian pemerintah selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Tim investigasi lapangan sendiri telah menyelesaikan tugas yang diberikan pemerintah, dengan bekerja selama 17 hari. Ketua TGPF Intan Jaya Benny Mamoto akan menyerahkan hasil investigasi kepada Menko Polhukam Mahfud MD, Rabu (21/10).(Red)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *