Gelapkan Uang Perusahaan, Warga Kota Bengkulu Diamankan Polisi Gelapkan Uang Perusahaan, Warga Kota Bengkulu Diamankan Polisi
GerbangBengkulu – Seorang pria berinisial AC (25) warga Kota Bengkulu ditangkap Sat Reskrim Polres Bengkulu Utara atas dugaan menggelapkan uang perusahaan, Kamis 18 Maret... Gelapkan Uang Perusahaan, Warga Kota Bengkulu Diamankan Polisi

GerbangBengkulu – Seorang pria berinisial AC (25) warga Kota Bengkulu ditangkap Sat Reskrim Polres Bengkulu Utara atas dugaan menggelapkan uang perusahaan, Kamis 18 Maret 2020.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Setya Hartanto, melalui Kasat Reskrim Jery A. Nainggolan menjelaskan, AC ditangkap petugas berdasarkan LP/445-B /III/2021/BKL/RES BKL UTARA tanggal 3 Maret 2021 tentang Tindak Pidana Penggelapan.

“Tersangka AN ini dilaporkan oleh Rusli warga Kota Bengkulu karena menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp. 18, 3 juta,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong ini.

Dijelaskan, tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh AC diketahui pelapor pada 22 Oktober 2020.

“Pelapor mendapatkan laporan dari M. Kamaludin bahwa ia telah menghubungi Pemilik Toko RAL yang beralamatkan di Desa Karang Suci Kecamatan Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, bahwa pemilik Toko RAL bahwa ia telah melunaskan tagihan pada tanggal 18 Oktober 2020,” jelas Jerry.

Akan tetapi di sistem pembayaran milik perusahaan, PT CSA Toko RAL masih terutang sebesar Rp 18.375.357.

Mengetahui hal tersebut, bebernya lagi, pelapor meminta M. Kamaludin mencari keberadaan AC untuk menanyakan apakah benar Toko RAL telah membayar lunas atas tagihan dari PT CSA.

M. Kamaludin berhasil menemui AC di Desa Koro Tidur dan menanyakan kebenaran dari pengakuan pemilik Toko RAL dan terlapor mengakui telah memakai srjumlah uang itu. Selain itu, terlapor juga menuliskan sejumlah tagihan yang uangnya digunakan tanpa dilaporkan ke perusahaan.

Saat itu, terlapor berjanji akan mengembalikan uang yang telah digunakan dan akan mengembalikannya paling lambat pada akhir Oktober 2020.

“Tersangka AC ini sempat izin pulang kampung di Rupit untuk menjual kebun, namun saat pertengahan 2020 ketika tersangka ini tidak bisa di hubungi dan tidak diketahui keberadaannya,” jelas Jerry.

Ditambahkan, hingga akhir bulan November 2020 tersangka AC ini tidak punya niatan baik hingga akhirnya ditangkap untuk mempertangungjawabkan tindakannya. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *