Diduga Cabuli Muridnya, Oknum Guru ini Ditangkap Polisi Diduga Cabuli Muridnya, Oknum Guru ini Ditangkap Polisi
GerbangBengkulu – Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu melalui Subdit Renakta melakukan penangkapan terhadap seorang laki laki berinisial TH yang diduga sebagai pelaku tindak pencabulan terhadap... Diduga Cabuli Muridnya, Oknum Guru ini Ditangkap Polisi

GerbangBengkulu – Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu melalui Subdit Renakta melakukan penangkapan terhadap seorang laki laki berinisial TH yang diduga sebagai pelaku tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Tersangka diamankan kemarin malam (28/5), sekira pukul 20.00 WIB.

Wakil Direktur (Wadir) Reskrimum Polda Bengkulu, AKBP Anjas Gautama Putra ketika dikonfirmasi membenarkan jika personilnya telah melakukan penangkapan terhadap oknum guru ngaji di kediamannya di Kelurahan Lingkar Timur, Kecamatan Singgaran Pati, Kota Bengkulu, Jumat 29 Mei 2020.

Dijelaskan oleh Anjas, pelaku bukan warga Kota Bengkulu, melainkan warga luar daerah yang menumpang tinggal di rumah saudaranya yang berada di sekitar daerah Panorama, Kota Bengkulu. Pelaku belum berkeluarga dan aktivitas sehari-harinya mengajar ngaji di lingkungan sekitar.

“Pelaku melakukan pencabulan kepada muridnya dengan modus mengiming-imingi korban akan dibelikan handphone, uang jajan,” ungkap Anjas.

Pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka dan sudah diamankan di sel Mapolda Bengkulu.

Dari pengakuan tersangka, korban pencabulan hanya satu orang.

“Kami masih melakukan penyelidikan, kita masih panggil saksi-saksi apakah satu orang korban atau ada korban lainnya. Dan untuk sementara pelaku melakukan pencabulan tersebut baru satu kali,” beber Anjas.

Berkaitan tindak pencabulan anak di bawah umur ini, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno menghimbau kepada para orang tua untuk lebih mewaspadai pergaulan anaknya, ketika mereka bermain di lingkungan sekitar, sekolah maupun di tempat ibadah.

“Untuk mencegah terjadinya tindak asusila salah satunya dengan melakukan pengawasan secara seksama. Awasi anak-anak kita ketika mereka bermain, berteman dan bergaul, itu adalah salah satu cara agar peristiwa ini tidak kembali berulang,” tandasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 jo Pasal 76E Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *