Dendam Pemilihan Kepala Desa, Timses di Kabupaten Seluma ini Tewas Ditembak Dendam Pemilihan Kepala Desa, Timses di Kabupaten Seluma ini Tewas Ditembak
GerbangBengkulu – Kapolres Seluma AKBP Darmawan Dwiharyanto membeberkan motif penembakan yang dilakukan oleh tersangka anak mantan anggota DPRD Kabupaten Seluma berinisial MD alias ID... Dendam Pemilihan Kepala Desa, Timses di Kabupaten Seluma ini Tewas Ditembak

GerbangBengkulu – Kapolres Seluma AKBP Darmawan Dwiharyanto membeberkan motif penembakan yang dilakukan oleh tersangka anak mantan anggota DPRD Kabupaten Seluma berinisial MD alias ID (23), yang mengakibatkan korban Winarso (59) warga Desa Padang Kuas meninggal dunia.

Kejadian penembakan tersebut terjadi di lokasi perkebunan Blok A Desa Kuti Agung, pada Sabtu (4/9) siang sekira jam 11.30 WIB.

“Untuk tersangka inisial MD alias ID melakukan penembakan dikarenakan yang pertama karena sakit hati,” ungkap Darmawan saat menggelar press release di Mapolres Seluma, Selasa 7 September 2021.

Sakit hati tersangka dikarenakan korban dianggap penghianat dalam pemilihan kepala desa pada tahun 2019 di Desa Padang Kuas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma.

“Orang tua tersangka yang bernama Suwanto ikut pemilihan kepala desa namun tidak terpilih. Dimana saudara Winarso atau korban disuruh untuk mencari suara [tim sukses] untuk pak Suwanto, namun berbalik ke pihak lawan calon lain,” jelasnya.

Selain itu, sakit hati pelaku dikarenakan diejek oleh korban dengan perkataan, “tersangka mantan napi [narapidana] dan tidak akan memiliki masa depan,”

Tersangka bersama barang bukti senpi (senjata api) rakitan jenis revolver telah diamankan pihak kepolisian, bersama sang penjual senpi yang digunakan dalam aksi penembakan itu.

MD dijerat Pasal pembunuhan berencana 340 KUHP subsidair 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman pidana 20 tahun.

Dijelaskan, senpi tersebut dibeli dari tersangka MG, warga Kelurahan Bumi Ayu, Kota Bengkulu dengan harga Rp 700 ribu. “Senjata api bersama dua butir peluru aktif dibeli dari saudara MG alias Maman pada tanggal 21 Mei 2021,” ungkap Darmawan.

Untuk tersangka MG dijerat Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api dengan ancaman 20 tahun.

“Kita masih kembangkan hingga asal-usul terakhir dari kepemilikan senjata,” sampainya.

Dijelaskan, Winarso ditembak dari jarak dekat oleh tersangka pada saat korban akan menghidupkan gergaji mesin [senso]. Tembakan tersangka ini tepat mengenai punggung korban dan langsung membuatnya terkapar. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tak dapat diselamatkan.

Kronologis kejadian, jelas perwira melati dua ini, tersangka saat itu bersama dua orang saksi sedang memetik cabe dan sayur di kebun miliknya.

Pada saat di kebun ini tersangka melihat korban melintas membawa senso, kemudian tersangka menyusul keberadaan korban yang berjarak sekitar 50 meter.

Tersangka dan pelaku disebutkan terlibat adu mulut.

“Korban mengatakan, tersangka mantan napi tidak akan menjadi orang. Setelah itu tersangka balik badan dan duduk mengeluarkan senjata api dari tasnya. Pada saat korban akan menghidupkan senso tersangka membidik korban dan menembak satu kali dan mengenai punggung kiri korban.

Ditambahkan, pelaku penembakan ini merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *