Buntut Tewasnya Pedagang Ikan, Polres Seluma Usut Pungli di Pasar Cahaya Negeri Buntut Tewasnya Pedagang Ikan, Polres Seluma Usut Pungli di Pasar Cahaya Negeri
GerbangBengkulu – Polres Seluma akan segera memanggil sejumlah saksi terkait dugaan adanya pungutan liar atau pungli, dalam pengelolaan Pasar Sabtu di Desa Cahaya Negeri... Buntut Tewasnya Pedagang Ikan, Polres Seluma Usut Pungli di Pasar Cahaya Negeri

GerbangBengkulu – Polres Seluma akan segera memanggil sejumlah saksi terkait dugaan adanya pungutan liar atau pungli, dalam pengelolaan Pasar Sabtu di Desa Cahaya Negeri Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Seluma, AKBP Swittanto Prasetyo menanggapi pertanyaan awak media terkait dugaan adanya pungutan liar yang dilakukan pengelola pasar, Senin 15 Februari 2021.

“Kita akan dalami dengan memanggil saksi-saksi,” terang Swittanto

Apabila cukup bukti, pihak kepolisian akan memproses para pelaku pungli Pasar Sabtu secara hukum. “Akan kita proses, berawal dari sini (kematian pedagang ikan-red), parkir (pungutan parkir-red) dan hal lainnya,” tegas Swittanto.

Pasar Sabtu adalah pasar mingguan. Transaksi antara pedagang dengan pembeli terjadi sejak malam Sabtu, dan berlanjut pada esok hari.

Pada malam Sabtu, transaksi antara pedagang dengan pembeli berlangsung sejak sore hari hingga pukul 22.00 WIB.

Polemik pengelolaan pasar mencuat, karena sejumlah pedagang yang berjualan pada malam Sabtu menggelar dagangannya di Desa Sidosari, berjualan di depan rumah-rumah warga. Dimana lokasinya ini berbatasan langsung dengan Desa Cahaya Negeri.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah pedagang yang berjualan ini ditarik iuran uang lapak.

Penyelidikan pungli yang dilakukan pihak kepolisian berawal dari tewasnya Supriadi alias Cakil (40), pedagang ikan di Pasar Sabtu yang dianiaya oleh petugas parkir pada Jumat, (12/2) malam.

Korban dihantam berulang kali menggunakan kayu oleh tersangka yang bernama Wartawan Yustin. Usai korban tak berdaya tersangka ini juga menyeret tubuh korban ke belakang pasar sejauh 15 meter.

Usai melakukan aksinya, pelaku kemudian labgsung menyerahkan diri ke polisi yang sedang patroli di pasar malam.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Supriadi alias Cakil, warga Desa Sidosari ini sempat mendapatkan penaganan medis di RSUD M Yunus Bengkulu. Namun takdir berkata lain, pada Sabtu siang atau keesokan harinya sekitar jam 13.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *