Belasan Anggota DPRD Rejang Lebong Absen Saat Pengesahan RAPBD Perubahan 2019 Belasan Anggota DPRD Rejang Lebong Absen Saat Pengesahan RAPBD Perubahan 2019
GerbangBengkulu – Tercatat 12 orang anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong tidak menghadiri rapat paripurna pandangan fraksi dan pengesahan RAPBD Perubahan 2019, di ruang rapat... Belasan Anggota DPRD Rejang Lebong Absen Saat Pengesahan RAPBD Perubahan 2019

GerbangBengkulu – Tercatat 12 orang anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong tidak menghadiri rapat paripurna pandangan fraksi dan pengesahan RAPBD Perubahan 2019, di ruang rapat paripurna DPRD Rejang Lebong, Selasa 20 Agustus 2019.

Akibatnya Ketua DPRD Rejang Lebong M Ali menunda sidang beberapa kali untuk menunggu kehadiran anggota dewan, walaupun hingga akhirnya atas kesepakatan sidang paripurna tetap dilanjutkan.

“Fraksi Nasdem dan Persatuan Pembangunan absen, belum diketahui alasan ketidakhadirannya,” kata Ali disela-sela persidangan.

Jurubicara Banggar DPRD Rejang Lebong, Zulkarnain Thaib, menjelaskan pada RAPBD Perubahan pendapatan sebesar Rp.‪1.136.703.949.906.72‬ yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Belanja daerah secara umum mengalami kenaikan sebesar Rp ‪53.230.597.335.59‬ atau naik sebesar 4,46 persen dibanding dengan asumsi awal pada APBD murni 2019 yaitu Rp ‪1.192.929.438.662.57‬ menjadi Rp ‪1.245.506.035.998.16‬.

“Belanja tidak langsung lebih besar dari belanja langsung, belanja tidak langsung sebanyak Rp ‪660.861.955.690.88‬. Sedangkan belanja langsung hanya Rp ‪585.366.280.307.28‬,” tutur Zulkarnain.

Dengan kondisi itu, secara umum struktur rancangan perubahan APBD 2019 dengan pendapatan daerah sebesar Rp ‪1.136.703.949.906.72‬, belanja daerah sebesar Rp ‪1.245.506.035.998.16‬ sehingga terjadi defisit sebesar Rp ‪108.802.086.091,43‬ selanjutnya ditutup melalui pembiayaan netto sehingga defisit riel menjadi nol.

Selanjutnya tujuh fraksi menyatakan secara lisan dan tertulis, menyetujui RAPBD Perubahan 2019, untuk disahkan menjadi APBD Perubahan 2019.

Pembahasan RAPBD Perubahan 2019 tercatat tercepat, hanya lima hari semenjak bqupati mengajukan nota pengantar RAPBDP 2019. Serta sidang tersebut merupakan terakhir bagi anggota DPRD Rejang Lebong periode 2014-2019.

Wakil Bupati Rejang Lebong Iqbal Bastari mengatakan tidak dapat mengakomodir usulan OPD karena terbatasnya anggaran, tetapi jangan sampai membuat kendor untuk melaksanakan pembangunan.

“Selanjutnya hasil persetujuan APBD Perubahan 2019 ini akan disampaikan pada Gubernur Bengkulu untuk dilakukan evaluasi,” tutup Bupati. (azm001)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *