Abaikan Himbauan, Polisi Segel 4 Warung Remang-remang di Pantai Panjang Abaikan Himbauan, Polisi Segel 4 Warung Remang-remang di Pantai Panjang
GerbangBengkulu – Subdit Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu mengamakan 50 orang yang kedapatan nongkrong di 4 warung remang-remang yang berada di kawasan Pantai Panjang,... Abaikan Himbauan, Polisi Segel 4 Warung Remang-remang di Pantai Panjang

GerbangBengkulu – Subdit Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu mengamakan 50 orang yang kedapatan nongkrong di 4 warung remang-remang yang berada di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu, pada Minggu (5/4) malam.

Pemilik serta pengunjung warung remang-remang dinilai telah mengabaikan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) berdasarkan UU No 6 tahun 2018 sebagai respons atas kedaruratan kesehatan masyarakat, antisipasi penyebaran Covid-19.

Direktur Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Teddy Suhendyawan Syarif melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno menyampaikan, pembubaran dan diamanankannya puluhan orang tersebut sesuai dengan maklumat Kapolri tentang pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Provinsi Bengkulu, Senin 6 April 2020.

Ke 50 orang tersebut diamankan dari 4 lokasi warung remang-remang yang ada di kawasan wisata Pantai Panjang.

Selain itu, petugas juga melakukan penyegelan dengan memasang garis polisi di 4 warung remang-remang tersebut.

“Pemiliknya tidak mengindahkan imbuan Gubernur Bengkulu dan Kapolda,” tegas Sudarno.

Warga yang diamankan terdiri dari 41 orang pria dan 9 wanita, termasuk sejumlah kendaraan milik pengunjung turut diamankan petugas.

Inisial keempat pemilik warung remang remang ini yakni T0 (30), warga Jalan RE Martadinata, HK (29) warga Jalan Meranti Sawah Lebar, DE (39) warga Jalan Panti Pematang Indah, dan MA (51) warga Jalan Flamboyan, kesemuanya warga Kota Bengkulu,

Usai menjalani pemeriksaan para pemilik warung tidak ditahan, namun mereka diberi peringatan keras agar tidak kembali membuka usahanya.

Sedangkan para pengunjung setelah dilakukan pendataan mereka diperkenankan pulang ke rumahnya masing-masing. Mereka diingatkan, tambah Sudarno, untuk tidak nongkrong atau berkerumun di tempat hiburan malam, apabila mereka mengulangi perbuatannya maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *