Warga di Kabupaten Seluma ini Terkejut Disapa Gubernur Bengkulu Pakai Bahasa Jawa Halus Warga di Kabupaten Seluma ini Terkejut Disapa Gubernur Bengkulu Pakai Bahasa Jawa Halus
GerbangBengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melaksanakan kunjungan ke Badan Usaha Milik Petani (BUMP) di Desa Napal Jungur Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma, yang... Warga di Kabupaten Seluma ini Terkejut Disapa Gubernur Bengkulu Pakai Bahasa Jawa Halus

GerbangBengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melaksanakan kunjungan ke Badan Usaha Milik Petani (BUMP) di Desa Napal Jungur Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma, yang usahanya bergerak di bidang peternakan sapi, pada Jumat 10 Juli 2020.

Dalam kesempatan ini, Rohidin berbincang dengan salah seorang petani yang memelihara sapi melalui program BUMP.

“Sudah berapa lama beternak,” sapa Rohidin kepada Misno, peternak sapi.

“Kalau untuk beternak sapi ini sudah 1 tahun 3 bulan,” jawabnya.

Kemudian Gubernur kembali bertanya, “Hasilnya bagimana,”

“Alhamdulillah, satu ekor sudah beranak dan yang satu ekor sapi jantan sudah semakin gemuk,” jelasnya.

Disampaikan oleh Misno, awalnya dirinya menerima bantuan sapi sebanyak 2 ekor, dan kini indukan sapinya telah beranak, sehingga peliharaan sapinya menjadi 3 ekor.

“Ini Badan Usaha Milik Petani, tapi komoditasnya sapi potong. Ada dikasih namanya indukan yang dibagi anakannya. Jarangkan sapi itu kembar? tidak bisa sapi itu beranak setahun dua. Kemudian kalau sudah dua anaknya, punya bapak satu punya pemiliknyak satu,” jelas Rohodin.

Kalau penggemukan itu untuk sapi jantan. Pembagiannya berdasarkan pertambahan berat bobot sapinya, jelasnya lagi.

Rohidin kemudian bertanya terkait asal daerah Misno, dan dijawab jika dirinya berasal dari daerah Jawa.

“Sampun dangu teng mriki mas (sudah lama bertempat tinggal di sini mas),” tutur Rohidin.

Mendengar ucapan itu Misno terkejut dan menjawab dengan terbata-bata.

“Eem, hampir 40 tahun pak, asal dari Jawa Timur kelahiran Lampung pak,” ucapnya.

Tidak berhenti disitu, Rohidin kembali menyapa Misno dengan bahasa jawa halus, “Sampun kagungan putro pinten, (sudah memiliki anak berapa),”

“Tigo Pak,” (sudah tiga pak),” jawabnya.

“Sampun SMP, SMA,” tambahnya lagi.

“Sing mbajeng ninggal, sing nomor kalih kelas 6 (yang pertama meninggal dunia, yang kedua kelas 6), ” jawab Misno.

Usai perbincangan itu, Rohidin kemudian menjelaskan program BUMP ke para jurnalis.

“Ini BUMP kita. Mereka (peternak) sudah 1 tahun jalan 2 tahun memelihara sapi potong, ada yang penggemukan, dan juga ada pembibitan yang dikembangakan dalam Badan Usaha Milik Petani” jelasnya.

Ditambahkan, masyarakat sudah merasakan manfaat dari BUMD dan kunci suksesnya ternak sapi diawali dengan ketekunan.

“Bahwa ketekunan, kemudian kesungguhan termasuk perhatian dari peternak ke ternaknya dengan menjiwai sehingga tumbuh chemistry atau kecocokan,” tandasnya.(azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *