TPAKD Provinsi Bersama TPID Sinergi Dirikan  Koperasi Desa TPAKD Provinsi Bersama TPID Sinergi Dirikan  Koperasi Desa
GerbangBengkulu – Dalam rangka menindaklanjuti program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bengkulu berkerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar... TPAKD Provinsi Bersama TPID Sinergi Dirikan  Koperasi Desa

GerbangBengkulu – Dalam rangka menindaklanjuti program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bengkulu berkerja sama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar rapat percepatan pendirian badan hukum koperasi pada BUMDes Sari Tani, Desa Rimbo Recap Kabupaten Rejang Lebong sekaligus kunjungan lapangan BUMDes tersebut.

Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) Teknis TPAKD Provinsi Bengkulu Anzori Tawakal mengatakan rapat percepatan pendirian badan hukum koperasi BUMDes Sari Tani sudah mulai dilakukan tahun 2019.

“Pada kegiatan hari ini kita tim TPAKD Provinsi Bengkulu kembali melakukan rapat tersebut untuk memfasilitasi dan mendorong agar UMKM bisa memperoleh akses keuangan. Akses keuangan merupakan variabel terpenting dari UMKM,” kata Anzori, di ruang rapat Kantor Bupati Rejang Lebong, Selasa (21/7/2020) pagi.

Ia menambahkan, dengan dirikannya koperasi pada BUMDes Sari Tani itu bisa menjadi salah satu alternatif pembiayaan.

“Maka, sangat perlu kita perkuat lagi secara regulasi pendirian koperasi tersebut,” tambahnya.

“Adanya koperasi pada BUMDes Sari Tani tersebut bisa menjadi contoh bagi BUMDes-BUMDes yang lainnya,” kata Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Provinsi Bengkulu ini.

Hal senada juga disampaikan, Sekretaris Tim Pokja Teknis TPAKD Provinsi Bengkulu Yusri mengatakan membuka akses keuangan merupakan salah satu tugas TPAKD.

“Tentunya dengan sebuah komitmen antara TPAKD, TPID, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar bisa mengoptimalisasikan BUMDes Sari Tani, Desa Rimbo Recap, Kabupaten Rejang Lebong dalam bentuk mendirikan koperasi,” kata Yusri.

Tujuan mendirikan koperasi tersebut, dirinya ingin bagaimana masyarakat-masyarakat pertanian ataupun perternakan semua kebutuhan bisa diakomodir terutama akses keuangan.

“Selama ini perbankan sulit masuk kepada masing-masing petani maupun peternak, sehingga kita berpikir bahwa perbankan baru bisa masuk jika ada sebuah unit usaha berbadan hukum. Maka, terpilih lah koperasi menjadi salah satu alternatif,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu ini.

Adanya koperasi, kata Yusri, akan mewadahi semua sektor usaha yang dimiliki masyarakat Desa Rimbo Recap tersebut.

“Misalnya, petani punya produk beras yang bagus, kemudian punya ternak bebek. Itu semua akan dihimpun melalui koperasi, saat koperasi butuh dana, koperasi juga nantinya bisa mengajukan kebutuhan dananya ke sektor dunia perbankan,” tambahnya.

Dilain pihak, Direktur Utama Pelaksana Operasional BUMDes Sari Tani Desa Rimbo Recap Muais Suyamto menyampaikan ucapan terima kasih kepada TPAKD dan TPID Provinsi Bengkulu telah mendorong percepatan pendirian badan hukum koperasi pada BUMDes Sari Tani.

“Mudah-mudahan dengan adanya koperasi, BUMDes Sari Tani kedepan bisa lebih berkembang,” ujarnya.

Untuk koperasi saat ini, kata Suyamto, masih dalam tahap penyusunan.

“Kemungkinan bulan Agustus akan dibuat proposalnya, ini agar bisa diproses akta notarisnya menjadi badan hukum,” katanya.

BUMDes Sari Tani, kata Suyamto, memiliki beberapa unit, ada unit simpan-pinjam, unit sarana produksi pertanian seperti jual beli pupuk urea, jual beli benih.

“Unit lainnya ada unit peternakan seperti ternak itik, dan unit jasa, semua ada empat unit. BUMDes tersebut bersumber dari dana desa tahun 2017. Untuk koperasi nantinya berada dibawah naungan BUMDes Sari Tani, koperasi masuk pada unit kelima,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu memberikan bantuan sosial berupa bantuan program fasilitasi peningkatan produktivitas klaster pangan kepada BUMDes Sari Tani untuk pembangunan gudang beras.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong R.A. Denni berpesan jangan sampai koperasi yang nantinya telah didirikan dan dikelola menjadi kolaps. Manfaatkan lah bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Saya meminta agar koperasi yang telah didirikan nanti bisa memberikan laporan keuangan secara berkala dan pengurus koperasi untuk tetap selalu berkoordinasi dengan kita,” ujarnya.

Untuk diketahui, BUMDes Sari Tani beralamat di Jalan. KH. Agus Salim Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong.

Turut hadir juga dalam kegiatan tersebut, Kepala OJK Provinsi Bengkulu, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Sekda Kabupaten Rejang Lebong, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Rejang Lebong, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Rejang Lebong, Bank Bengkulu Cabang Curup, Pengurus Desa Rimbo Recap, dan Pengurus BUMDes Sari Tani serta Notaris Kabupaten Rejang Lebong. (AP)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *