Terima Honor 200 Ribu perbulan THL Bapenda Bengkulu Utara Menjerit Terima Honor 200 Ribu perbulan THL Bapenda Bengkulu Utara Menjerit
Sejumlah Tenaga Harian Lepas Badan Pendapatan Daerah Bengkulu Utara keluhkan kecilnya gaji. Inews TV/Ismail Yugo
Bengkulu Utara, GerbangBengkulu – Sejumlah Tenaga Harian Lepas (THL) Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu menjerit. Tak hanya minimnya honor, kesenjangan besaran... Terima Honor 200 Ribu perbulan THL Bapenda Bengkulu Utara Menjerit

Bengkulu Utara, GerbangBengkulu – Sejumlah Tenaga Harian Lepas (THL) Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu menjerit. Tak hanya minimnya honor, kesenjangan besaran dana yang terima dinilai tebang pilih, Selasa 30 Maret 2021.

Pengakuan dari sejumlah THL, dari 32 Tenaga Harian Lepas, 12 diantaranya mendapatkan besaran honor sebesar Rp. 200.000. Sementara itu, sisa jumlah tenaga lainnya mendapatkan gaji yang tak merata.

“Ada yang dapat 500,700 dan 800. THL tenaga IT mendapatkan 2 juta rupiah. Sebelumnya semua rata 500 ribu. Tahun 2019 mendapat 800 dengan adanya Covid 2020 turun menjadi 500,” keluh Resi Novita salah satu THL Dispenda setempat.

Sejumlah kejanggalan juga dirasakan sejumlah tenaga honor sejak awal Tahun lalu. Meski belum mendapatkan Surat Keputusan (SK), namun telah mendapatkan honor melalui rekening.

Tenaga Harian Lepas yang diperbantukan di Dinas Pendapatan Daerah ini memiliki masa kerja mulai dari 6 hingga 13 Tahun. Mereka berharap mendapatkan kejelasan terkait kelanjutan keadaan yang mereka keluhkan ini.

“Kalo mau buang kami bukan seperti ini caranya. Kami sudah bekerja selama bertahun-tahun. Kami punya keluarga. Iya dikirim melalui rekening, tapi kami tidak bisa mengambil karena saldo tidak cukup,” timpal salah satu THL yang tak ingin namanya ditulis.

Terpisah, dikonfirmasi terkait hal ini, kepala Bapenda Bengkulu Utara, Dodi Hardinata mengatakan, Tenaga harian lepas di Badan yang dia pimpim memfokuskan pada pemenuhan formasi pelayanan pajak daerah dan sistem pengelolaan keuangan PAD sektor pajak daerah.

Pembayaran di sesuaikan dengan penempatan formasi yang masuk dalam kategori pelayanan dan non pelayanan sektor pajak daerah. Saat ini jumlah formasi THL non pelayanan sudah terlalu banyak dan total besaran honornya sudah sangat membebani pagu anggaran SKPD.

“Jadi formasinya disesuaikan dengan pagu anggaran hasil penugasan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021. Sebelum di buatkan surat tugas, masing-masing Tenaga Harian Lepas sudah diberikan informasi dan konfirmasi langsung terkait dengan formasi pagu anggaran yang tersedia saat ini di SKPD Tahun 2021,” kata Dodi melalui seluler

Pihaknya menegaskan para THL telah diberikan pemahaman tentang kondisi anggaran yang tersedia. Kondisi total pagu anggaran tahun 2021 tidak sama dengan pagu anggaran tahun-tahun sebelumnya yaitu tahun 2019, 2018 dan 2017.

Dodi menambahkan, sejak 2020 pagu anggaran mengalami banyak penurunan (refocusing) sehingga jangankan pagu anggaran Tenaga Harian Lepas, pagu anggaran untuk belanja penunjang pelayanan pajak daerah pun kita sesuaikan dengan kondisi yang ada dengan metode penyampaian instrumen media pajak daerah menggunakam teknologi untuk mengefisiensikan anggaran yang ada yaitu melalui media sosial dan media teknologi informasi lainnya.

Kondisi daerah saat ini sedang tidak memungkinkan, kebijakan yang paling tepat diambil adalah tidak memberhentikan tenaga harian lepas pada masa pandemi Covid-19 berlangsung.”Namun metode yang diambil yang paling bijak oleh SKPD adalah mengurangi pagu total belanja tenaga harian lepas saja dari tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.(ism006)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *