Tengah Malam Diajak Jalan-jalan, Gadis 15 Tahun Dicabuli di Gedung STQ Bengkulu Tengah Malam Diajak Jalan-jalan, Gadis 15 Tahun Dicabuli di Gedung STQ Bengkulu
GerbangBengkulu – Andika Wijaya, pemuda 18 tahun warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu tertunduk lesu setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus persetubuhan anak di... Tengah Malam Diajak Jalan-jalan, Gadis 15 Tahun Dicabuli di Gedung STQ Bengkulu

GerbangBengkulu – Andika Wijaya, pemuda 18 tahun warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu tertunduk lesu setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur oleh penyidik Reskrim Polsek Selebar.

Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo melalui Kapolsek Selebar AKP Margopo menyampaikan, penetapan tersangka terhadap Andika ini berdasarkan sejumlah alat bukti yang telah dikantongi penyidik, Kamis 28 Februari 2019.

Terungkapnya tindak pencabulan terhadap Mawar, (15) bukan nama sebenarnya, berawal ketika petugas jaga di area STQ yang terletak di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Pagar Dewa mendapati satu unit sepeda motor terparkir di salah satu gedung.

“Petugas keamanan yang curiga akan keberadaan sepeda motor yang tidak ada pemiliknya itu kemudian menghubungi Polsek Selebar,” jelas Margopo.

Sepeda motor itu ditemukan terparkir di salah satu gedung pada Rabu (27/1) dinihari.

Anggota kepolisian bersama petugas jaga kemudian masuk ke dalam gedung dan mendapati seorang anak perempuan berada di dalamnya. Ketika petugas masuk, ditengah kegelapan malam terlihat seseorang kabur meninggalkan ruangan.

“Pada saat anak perempuan ini ditanya petugas, kemudian Andika datang menghampirinya,” jelasnya.

Selanjutnya, keduanya dibawa petugas ke kantor Polsek Selebar untuk dimintai keterangan, dan orang tuanya dihadirkan.

Dalam pemeriksaan, Mawar menyampaikan jika dirinya telah digagahi oleh Andika di dalam gedung STQ. Dengan bujuk rayu dan janji akan menikahinya, Mawar menuruti keinginan pelaku.

Mendengar pengakuan putri kecilnya tersebut, orang tua Mawar naik pitam dan tidak terima mengetahui kesucian anak gadisnya direnggut pelaku. Ia kemudian langsung membuat laporan ke penyidik kepolisian.

Melihat kemarahan orang tua Mawar, Andika tertunduk lesu dan tidak menduga perbuatannya itu mengantarkannya ke dalam sel jeruji tahanan.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *