Tak Puas Kinerja Penyelenggara Pemilu, Massa Demo ke Bawaslu dan KPU Seluma Tak Puas Kinerja Penyelenggara Pemilu, Massa Demo ke Bawaslu dan KPU Seluma
GerbangBengkulu – Puluhan orang dari aliansi Jaringan Intelektual Manifesto Muda (JIMM) bersama Koalisi Rakyat Peduli Demokrasi Seluma Bersatu menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bawaslu... Tak Puas Kinerja Penyelenggara Pemilu, Massa Demo ke Bawaslu dan KPU Seluma

GerbangBengkulu – Puluhan orang dari aliansi Jaringan Intelektual Manifesto Muda (JIMM) bersama Koalisi Rakyat Peduli Demokrasi Seluma Bersatu menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bawaslu dan KPU Kabupaten Seluma, pada Selasa 14 Mei 2019.

Dalam orasinya di kantor Bawaslu, mereka menuntut Bawaslu menegakkan kewenangannya sebagai pengawas pemilu dengan menegakkan hukum dan memproses semua bentuk pelanggaran dan pidana pemilu.

Heru Saputra, selaku Direktur JIMM, dalam orasinya menyoroti mandeknya pengungkapan money politics yang ditangani sentra Gakkumdu Kabupaten Seluma.

Sebelumnya pada Senin (6/5) pekan lalu, Gakkumdu menyampaikan penghentian perkara politik uang yang dilaporkan warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Air Periukan terhadap caleg Partai Gerindra, dengan alasan tidak cukup bukti.

Ditemui setelah massa meninggalkan kantor Bawaslu, Ketua Bawaslu Kabupaten Seluma Yefrizal menyampaikan, penghentian perkara money politics Partai Gerindra karena sejumlah saksi pelapor tidak memenuhi panggilan Gakkumdu.

“Itu sudah kita tindaklanjuti di Gakkumdu bersama kejaksaan dan kepolisian, tetapi saksi dari pelapor hanya satu yang berkenan hadir,” jelas Yefrizal.

Artinya, mereka yang membuat laporan namun tidak bertanggungjawab atas laporan yang disampaikan.

Yefrizal menambahkan, penanganan suatu perkara yang ditangani Gakkumdu sama halnya dengan perkara di kepolisian, selain ada barang bukti harus ada saksi.

“Saksi ini adalah saksi yang melihat dan mendengar langsung,” tandasnya.

Setelah meninggalkan kantor Bawaslu puluhan massa kemudian bergerak ke kantor KPU.

Dalam orasinya mereka mempertanyakan mekanisme Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Desa Sekalak, Kecamatan Seluma Utara. Sementara tuntutan PSU di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo tidak dikabulkan oleh KPU.

“Intinya kami meminta penyelenggara pemilu membentuk tim investigasi untuk mengungkap semua bentuk pelanggaran pemilu, termasuk maraknya money politics,” kata Heru, ditemui seusai hearing dengan komisioner KPU Seluma. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *