Semua Paslon Bisa Dinilai dari Rangkuman Debat Berikut Ini Semua Paslon Bisa Dinilai dari Rangkuman Debat Berikut Ini
GerbangBengkulu – Debat kandidat Pilgub Bengkulu perdana selsai digelar. Adu kecakapan dan bobot visi misi masing-masing Paslon di atas podium menjadi salah satu penilaian... Semua Paslon Bisa Dinilai dari Rangkuman Debat Berikut Ini

GerbangBengkulu – Debat kandidat Pilgub Bengkulu perdana selsai digelar. Adu kecakapan dan bobot visi misi masing-masing Paslon di atas podium menjadi salah satu penilaian dari mata publik dalam hal ini masyarakat. Debat terbuka ini disiarkan langsung oleh RBTV sehingga bisa disaksikan oleh masyarakat luas khusus nya masyarakat provinsi Bengkulu. Baik melalui Televisi, YouTube, maupun Facebook RBTV.

Dari hasil debat cagub perdana ini banyak sekali menuai pujian dari relawan dan pendukung setiap Paslon, yang telah memaparkan visi misi nya kedepan jika terpilih menjadi kepala daerah.

Dari debat ini pula penilaian masyarakat bisa berlabuh kepada Paslon. Tak ayal, hasil debat merupakan salah satu indikator penilaian objektif yang bisa di lakukan oleh masyarakat luas.

Dari debat lah Masyarakat bisa menilai bagaimana progres perkembangan dari daerah seperti halnya yang sudah di paparkan oleh masing-masing Paslon, mau dibawa kearah mana daerah Bengkulu kedepan nya. Hal ini bisa kita ukur dari penyampaian visi dan misi saat diatas podium.

Namun, dari ketiga Paslon tentunya punya keunikan dan keistimewaan masing-masing dengan paparan ide dan inovasi yang termaktub dalam visi misi unggulan mereka.

Debat ini di bagi kedalam beberapa sesi, mulai dari pemaparan visi misi sampai pada lempar pertanyaan kepada sesama Paslon.

Pada sesi pertama dengan tema ” Memajukan Daerah”,
Paslon no urut 1, Helmi Hasan- Muslihan, memaparkan inovasi untuk membangun daerah dengan memperkuat sendi ekonomi kerakyatan, bagaimana masyarakat pedesaan mampu berdikari dengan menciptakan lapangan kerja sendiri dengan modal dari APBD untuk rakyat, mendekatkan rakyat pada pasar  serta adanya akses  online bagi siapa saja baik ibu-ibu maupun anak-anak sekolah dengan pemasangan Wi-Fi gratis setiap desa.

Sedangkan Paslon no urut 2, Rohidin Mersyah-Rosjhonsyah, untuk memajukan daerah, inovasi yang ditawarkan adalah dengan membuka keterisolasian. salah satu caranya adalah memperbaiki akses, baik darat, laut maupun udara, ini ditunjukkan dengan adanya pengembangan bandara Fatmawati beranjak menuju tingkat bandara bertaraf internasional, peningkatan pelabuhan pulau Baai, serta mendorong program strategis nasional seperti jalan tol Sumatera penghubung antar provinsi. Menurut Paslon  no 2 , dengan adanya  akses konektivitas antar provinsi bisa membuka peluang investasi dan tentu akan berdampak baik pada kemajuan daerah Bengkulu.

Berbeda dengan Paslon no urut 3, Agusrin-Imron Rosyadi, memberikan solusi untuk memajukan daerah, adalah dengan menggaet investor dari luar, mereka (Paslon no urut 3, red) meyakini dengan adanya investasi masuk ke Bengkulu, daerah ini bisa bersaing dan bersanding dengan dengan provinsi lain yang sudah lebih dulu maju, namun ada cara untuk mengundang investor masuk, caranya ialah dengan setidaknya punya wujud dan dan daya tarik dulu, contohnya pantai panjang, sebelum investor datang, pantai panjang ditata dulu biar memberi kesan kepada investor agar menanamkan modal untuk berinvestasi ke Bengkulu, dan ketika Investa sudah berjalan, Paslon no urut 3 berkeyakinan tidak perlu lagi menggunakan dana dari APBD maupun APBN walau hanya 1 persen. Mereka berkeyakinan Bengkulu bisa menyamai Chili dan Meksiko jika dilihat dari potensi pantai panjangnya.

Pada sesi selanjutnya tentang Perempuan dan Anak,
Paslon no urut 1, lebih menekankan pemerintah daerah harus bertanggung jawab penuh terhadap anak yatim yang terlantar, pemerintah daerah harus memberikan penghidupan yang layak, pendidikan yang bagus dan masa depan yang menjanjikan bagi anak yatim. Pemerintah juga harus menyantuni janda-janda tua, janda muda juga harus sejahtera dan dibantu untuk dapat jodoh kembali oleh pemerintah.

Paslon no urut 2, lebih menekankan pada bentuk pelatihan yang harus di hadirkan oleh pemerintah daerah, yang nantinya bisa menjadikan kaum perempuan memiliki daya saing dan kemampuan yang bisa digunakan dalam dunia kerja, serta penekanan pada sosialisasi terhadap hukuman pada pelaku kejahatan pada perempuan dan anak yang nantinya mampu meminimalisir terjadinya kejahatan pada perempuan dan anak.

Sedangkan Paslon no urut 3, menyikapi permasalahan perempuan dan anak sebagai salah satu yang krusial, terutama pada ekploitasi anak. Paslon no 3 menjelaskan bahwa eksploitasi anak adalah salah satu bentuk dari tidak siap nya masyarakat dengan kemiskinan, semua bermula dari kemiskinan, tak mau hidup susah akhirnya anak di jadikan korban eksploitasi. Dengan kata lain, semua berawal dari permasalahan Perut. Maka dari itu Paslon ini menawarkan solusi untuk menuntaskan permasalahan perut adalah dengan pemberdayaan masyarakat petani harus lebih makmur dan sejahtera, Paslon ini berjanji akan menaikkan harga sawit hingga Rp, 2.500/ kilogramnya, dan karen tembus di angka Rp. 15.000 keatas untuk per kilogram nya.

Dari hasil debat ketiga Paslon masyarakat bisa menilai dan mengukur sejauh mana visi misi masing-masing Paslon berpengaruh baik terhadap daerah dan masyarakat Provinsi Bengkulu di 5 tahun masa mendatang.

Karena penentuan hari ini akan berdampak besar pada masa 5 tahun kedepan terhadap kepentingan masyarakat dan kemajuan provinsi Bengkulu tentunya.(AP027)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *