Selfi Berujung Maut, Berikut Kronologis Hilangnya Dinda, Siswi SMKN 1 Bengkulu Selfi Berujung Maut, Berikut Kronologis Hilangnya Dinda, Siswi SMKN 1 Bengkulu
GerbangBengkulu – Proses pencarian untuk menemukan Dinda Aisyah Fitriani (17) pelajar SMKN 1 Bengkulu yang hanyut di aliran Sungai Kungkai terus diupayakan oleh Tim... Selfi Berujung Maut, Berikut Kronologis Hilangnya Dinda, Siswi SMKN 1 Bengkulu

GerbangBengkulu – Proses pencarian untuk menemukan Dinda Aisyah Fitriani (17) pelajar SMKN 1 Bengkulu yang hanyut di aliran Sungai Kungkai terus diupayakan oleh Tim SAR Gabungan dari Basarnas, TNI Polri, BPBD, PMI Kabupaten Seluma dengan masyarakat, Minggu 17 Februari 2019.

IMG-20190217-WA0010

Dinda dilaporkan hanyut di aliran Sungai Kungai di Desa Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, kemarin sore (16/2).

Kepala Desa Napal Jungur, Dian Pirin menyampaikan, korban hanyut sekira Pukul 15.00 WIB di muara air terjun Curug Tigo.

Dijelaskan saat kejadian, Dinda bersama 5 orang temannya melakukan swafoto di muara air terjun Curug Tigo, dan Dinda yang memegang kamera telepon genggam.

Sementara lima orang temannya yang juga berasal dari SMKN 1 Bengkulu yakni, Dwi Aisyah Putri, Siti Sofra, Sefta Dwi Minna, Tiara Nabila, Nurma Yuni berada di seberang aliran air dengan posisi duduk diatas batu. Sementara Dinda, disebutkan berada di aliran air untuk mengambil foto selfi bersama.

Pada saat kejadian, di lokasi itu ramai oleh puluhan pengunjung yang berasal dari Kota Bengkulu, termasuk dari warga dari Desa Napal Jungur.

“Ada warga yang sudah mengingatkan, agar mereka segera naik ke atas atau segera meninggalkan lokasi,” jelas Dian.

Pasalnya, posisi di hulu sungai terdapat awan gelap dan warga mendengar suara gemuruh petir.

“Kalau diatas bukit mendung hitam dan ada suara petir, satu jam setelahnya air sungai akan naik,” ungkapnya.

Mereka disebutkan tidak menghiraukan peringatan dari warga.

Ketika rombongan asyik berswafoto mereka tidak menyadari jika debit air sungai telah naik, dan arusnya semakin deras.

“Meski sejumlah teman Dinda berusaha menolong dengan meraih tangannya, namun pegangan itu terlepas sehingga Dinda hanyut terseret derasnya arus,” jelas Dian.

Selain Dinda, lima pelajar dari SMAN 7 Plus Bengkulu dilaporkan juga sempat terseret arus. Namun, kelima pelajar tersebut dilaporkan selamat.

“Lima pelajar pria dievakuasi dari tebing sungai, sementara lima teman Dinda juga dievakuasi melalui jalan memutar dengan perjalanan sejauh 5 km dengan jalan kaki,” jelasnya.

Meski selamat, sejumlah kendaraan roda dua milik pelajar SMAN 7 Plus Bengkulu dilaporkan turut hanyut terseret air bah. Hingga Minggu pagi, keberadaan 3 unit motor, yakni 2 unit Honda Revo dengan 1 unit Satria FU 150 belum juga ditemukan.

Dijelaskan, karakteristik naiknya debit air Sungai Kungkai tidak terjadi sekaligus, atau tiba-tiba seperti banjir bandang.

“Sebelum air besar datang, warga mengetahui ciri-cirinya. Yakni di aliran air sungai terdapat daun dan ranting yang hanyut. Selanjutnya, air yang semula jernih akan berubah, perlahan-lahan menjadi keruh,” jelasnya.

Petunjuk alam terkait akan datangnya banjir telah diwariskan secara turun temurun, selain adanya awan pekat dan petir di atas hulu sungai. “Kalau warga sini, ketika mengetahui ciri-ciri itu, warga akan segera bergegas meninggalkan aktivitas di sungai,” tandasnya.

Dalam proses pencarian Dinda, terpantau, Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana didampingi Kapolsek Sukaraja Iptu Noviaska turut melakukan proses pencarian.

IMG-20190217-WA0011

Terlihat, keduanya menyusuri pinggiran aliran sungai hingga beberapa kilometer untuk mencari keberadaan korban.

Sementara menurut, Toni, paman korban hilang, pelajar kelas XI di SMKN 1 Bengkulu merupakan warga Jalan Tongkol, RT 02 RW 01 Lapas Penjara, Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu.

“Kemarin, Dinda pamit ke orang tuanya untuk menghadiri acara ulang tahun temannya di Desa Padang Genting, Seluma. Tidak tahunya sampai di lokasi air terjun,” jelas Toni. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *