Sektor Perikanan Menanti Duo RM Sektor Perikanan Menanti Duo RM
Oleh: Muhammad Natsir Kholis, S.Pi* Memperingati 100 hari kepemimpinan Dr. Ridwan Mukti dan Dr. Rohidin Mersyah (Duo RM) masyarakat Bengkulu patut berbangga atas capaian dan... Sektor Perikanan Menanti Duo RM

Oleh: Muhammad Natsir Kholis, S.Pi*

Memperingati 100 hari kepemimpinan Dr. Ridwan Mukti dan Dr. Rohidin Mersyah (Duo RM) masyarakat Bengkulu patut berbangga atas capaian dan kinerja yang mereka tunjukkan bagi masyarakat Bengkulu. Banyaknya pujian dan aspresiasi mengalir untuk mereka, baik dari tokoh nasional maupun tokoh-tokoh di Bengkulu atas pemerintahan yang mereka bangun dengan komitmen yang tinggi. Harus menjadi catatan mengingat saat kampaye dan debat kandidat beberapa waktu yang lalu Duo RM menegaskan bahwa mereka ingin memajukan Bengkulu dari sektor Perikanan dan Kelautan, yang mana Duo RM kutip dari pendapat Prof. Rokmin Dahuri pakar perikanan dan kelautan dari IPB yang menyatakan bahwa masa depan Bengkulu itu ada di lautnya, karena dengan garis pantai yang panjangnya sekitar 525 km2  seharusnya Bengkulu itu kaya dan mampu maju di sektor laut. Setelah pelantikan, Duo RM sudah mulai memberikan gebrakan-gebrakan baru yang sangat positif bagi kemajuan Bengkulu, sesuai dengan jargonnya Duo RM “Maju bersama harapan rakyat”.  Saat ini sektor perikanan dan kelautan Bengkulu sangat perlu pengelolaan dan pemanfaatan secara optimal, karena sektor laut Bengkulu paling berpotensi untuk berkembang dibanding sektor lainnya. Duo RM sangat mendukung pembangunan berbasis perikanan dan kelautan di Bengkulu, untuk itu diharapkan Duo RM mampu segera memulai pembangunan baik di sektor perikanan dan kelautan maupun di sektor lainnya mengingat persaingan  semakin kompetitif dengan adanya MEA.

Letak geografis Provinsi Bengkulu yaitu antara 2o 16‘ – 3o 31’ Lintang Selatan dan 101o 01’–103o 41’ Bujur Timur, dengan luas wilayah : 34.724,69 km2 terdiri dari laut: 14.929,54 km2 dan darat: 19.788,70 km2 (Sumber: Bakosurtanal). Melihat kondisi tersebut wilayah Bengkulu hampir merata antara luas lautan dan daratan, dengan persentase laut sekitar 43% dan daratan 57%. Sektor laut dengan 43% luas wilayah Bengkulu belum memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan Bengkulu, terlihat dari aspek pemanfaatannya potensi perikanan laut Bengkulu baru 35,02% termanfaatkan (Data statistik perikanan tangkap Provinsi Bengkulu tahun 2009), hal itu sangat minim dilihat dari luas laut yang dimiliki Provinsi Bengkulu tidak setengah wilayah termanfaatkan secara optimal.

Kondisi laut Bengkulu saat ini cukup memprihatinkan dengan masih maraknya pabrik tambang yang membuang langsung limbahnya ke sungai-sungai yang mengalir dan akhirnya bermuara di laut, hal itu sangat berdampak terhadap kerapatan terumbu karang dan ancaman terhadap ekosistem laut Bengkulu. Pemerintah Bengkulu harus tegas mencabut izin beroperasi bagi pabrik-pabrik tambang yang tidak menaati peraturan pemerintah  Provinsi Bengkulu. Terlepas masalah itu, Provinsi Bengkulu memiliki aset pulau terluar penting diantaranya Pulau Tikus dan Pulau Enggano yang kondisinya saat ini  pun juga memprihatinkan dan sangat tertinggal mulai dari infrasruktur, pendidikan, ekonomi dan komunikasi.

Duo RM diharapkan mampu membaca isu-isu strategis terkait masalah perikanan dan kelautan serta masalah yang ada di pulau-pulau terluar Bengkulu, agar nanti mampu mengembangkan pengelolaan perikanan yang cocok di wilayah Bengkulu kedepannya. Isu strategis saat ini yaitu telah disahkannya RUU tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam yang merupakan bentuk suatu aspirasi pemerintah dan lembaga terkait bagi warga negara Indonesia yang sehari-harinya menggantungkan hidup di lautan. RUU tersebut terdiri dari 10 BAB dan 78 pasal, yang isi didalamnya merujuk bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Provinsi) wajib memfasilitasi seluruh kebutuhan yang diperlukan masyarakat nelayan, pembudidaya dan petambak garam dalam aktivitas mereka sehari-hari. Dalam tanda tanya besar, mampukah pemerintah Provinsi Bengkulu menjalankan RUU itu? dengan berkaca dari kondisi perikanan dan kelautan Bengkulu yang masih simpang siur pembangunannya. Disinilah diharapkan peran Duo RM yang menjanjikan kebaharuan dan kemajuan di sektor perikanan dan kelautan untuk segera memulai pembangunan berbasis perikanan dan kelautan di Bengkulu. Semoga niat baik Duo RM dapat terealisasikan dengan baik dan bukan hanya sekedar janji politik saja. Hal yang harus diketahui juga bahwa pengelolaan perikanan dan kelautan saat ini tidak lagi ditangani oleh pemerintah daerah tetapi langsung dikelola oleh pemerintah Provinsi. Terkait hal ini, pemerintah provinsi lah yang mempunyai hak penuh dalam mengatur dan mengeluarkan kebijakan terkait pengelolaan  sumberdaya perikanan dan kelautan di setiap daerah baik kota maupun kabupaten. Diharapkan kedepannya sektor perikanan dan kelautan lebih di prioritaskan untuk pembangunan sesuai apa yang ditegaskan Duo RM saat debat kandidat bebarapa waktu yang lalu. Duo RM diharapkan juga mampu bersinergi dengan Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Bengkulu baik Perguruan Tinggi negeri maupun swasta dalam proses pembangunan di Bengkulu kedepannya.

Untuk menunjang Pembangunan itu pemerintah perlu meningkatkan fasilitas transportasi seperti jalan dan jembatan penting demi memudahkan hubungan komunikasi dan proses mobilisasi penduduk antar daerah dalam menunjang  kelancaran distribusi barang dan jasa sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, utamanya untuk daerah-daerah yang sulit terjangkau dan terisolir terlebih produk perikanan dan kelautan sangat mudah rusak.

Terkait Sumberdaya manusia (SDM) Bengkulu diharapkan mampu membentuk fakultas perikanan dan kelautan di Universitas ternama di Bengkulu, paling tidak memiliki jurusan yang menangani pemanfaatan/pengelolaan sumberdaya perikanan, yang nanti diharapkan mampu sebagai ujung tombak riset-riset kebaharuan sebagai pemberi masukan kepada pemerintah terkait pengelolaan sumberdaya perikanan itu sendiri. Untuk itu pemerintah Bengkulu perlu memperhatikan SDM Bengkulu dan meminta masukan-masukan dari kaum akademisi untuk membangun Bengkulu.

“Penulis Merupakan kandidat master of science bidang Teknologi Penangkapan Ikan Institut Pertanian Bogor”

gerbang 86

  • Bill

    06/12/2016 #1 Author

    I’ll right away seize your rss as I can not find your e-mail
    subscription link or newsletter service. Do you have
    any? Please allow me realize so that I may just subscribe.
    Thanks.

    Balas

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *