Ratusan Hektar Tanaman Padi di Kecamatan Curup Utara Terancam Kekeringan Ratusan Hektar Tanaman Padi di Kecamatan Curup Utara Terancam Kekeringan
GerbangBengkulu – Sebanyak 300 hektar tanaman padi yang ada di Desa Rimbo Recap, Suka Marga dan Lubuk Ubar Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong... Ratusan Hektar Tanaman Padi di Kecamatan Curup Utara Terancam Kekeringan

GerbangBengkulu – Sebanyak 300 hektar tanaman padi yang ada di Desa Rimbo Recap, Suka Marga dan Lubuk Ubar Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong terancam mengalami kekeringan, Kamis 13 September 2018.

Menurut Ketua Persatuan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Rimbo Recap, Jarot, kekeringan itu disebabkan berkurangnya debit air dari saluran irigasi.

“Keadaan (kekeringan) diperparah dengan serentaknya para petani melakukan penanaman, padahal sebelumnya telah dilakukan pertemuan agar ada jarak waktu penanaman,” katanya.

Satu minggu pasca penanaman, seharusnya tanaman padi mendapatkan pasokan air yang cukup hingga menjelang padi berbuah.

Kekeringan di lahan persawahan itu mengakibatkan kontur tanah mengalami keretakan-keretakan kecil yang menandakan kurangnya pasokan air.

“Kekurangan air baru tahun ini terjadi, dan sangat terasa dampaknya. Intensitas curah hujan saat ini juga berkurang,” jelas Jarot.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, para petani terpaksa melakukan pembagian pasokan air dari saluran irigasi satu-satunya di daerah itu secara bergilir atau sistem termin.

Sementara itu, Kades Rimbo Recap, Ujang Ruhiyat, mengatakan penyebab utama berkurangnya pasokan air dikarenakan ada pengurangan debet air dari saluran irigasi sekunder di Kelurahan Air Putih.

Dijelaskan, pasokan air memang sengaja dikurangi akibat adanya perbaikan pada pintu irigasi yang rusak pada 2017 lalu.

Pelaksana proyek sengaja membatasi debet air agar pekerjaan perbaikan cepat selesai.

“Diperkirakan kekurangan air tidak hanya terdampak bagi 300 hektar saja, karena aliran air juga dimanfaatkan areal persawahan bagian hilir seperti kawasan Tempel Rejo dan Semendo, serta dua kolam milik Balai Benih Ikan (BBI) Rejang Lebong, yaitu di di Rimbo Recap dan BBI di Dusun Baru,” beber Ujang.

Ditambahkan, dirinya menyayangkan lambatnya respon pemerintah daerah atas penanganan kerusakan irigasi sekunder tersebut.

Pasalnya, saluran irigasi itu tidak hanya mengaliri areal persawahan di wilayahnya, akan tetapi juga mengaliri empat desa lain di bagian hilir.

“Saat ini memasuki musim tanam ke dua, biasanya dari daerah ini bisa menghasilkan ratusan ton gabah dalam sekali panen. Untuk periode ini dimungkinkan hasilnya berkurang,” tutup Ujang. (azm009)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *