Pukul Istri Hingga Tewas, Polisi: Pelaku Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa Pukul Istri Hingga Tewas, Polisi: Pelaku Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa
GerbangBengkulu – Tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan AG, warga Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma terhadap istrinya berujung kematian. “Korban meninggal dunia... Pukul Istri Hingga Tewas, Polisi: Pelaku Memiliki Riwayat Gangguan Jiwa

GerbangBengkulu – Tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan AG, warga Kecamatan Seluma Timur Kabupaten Seluma terhadap istrinya berujung kematian.

“Korban meninggal dunia di rumah sakit. Sebelumnya korban dipukul dengan pemarut kelapa yang terbuat dari kayu balok, kemudian pelaku menyerahkan diri ke polisi,” jelas Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno, Rabu 7 Oktober 2020.

Kronologis hilangnya nyawa korban berinisial TP terjadi pada Senin subuh (05/10). Peristiwa tragis itu dilatarbelakangi keributan antara pasangan suami istri itu.

Dijelaskan, saksi yang mengetahui kejadian ini adalah anak korban. Awalnya, saksi yang berada di kamar mendengar suara gaduh di ruangan tamu. Saksi kemudian keluar kamar dan mendapati sang ibu telah tergeletak.

“Disamping ibunya yang terlentang ini terlihat sang adik yang berusia 3 tahun, saksi juga melihat sang ayah berjalan keluar dari rumah,” jelasnya.

Selanjutnya saksi berusaha membangunkan sang ibu, akan tetapi ibunya ini tetap tidak bergerak, tidak sadarkan diri.

Setelah diperiksa pada bagian kepala kiri terdapat luka lebam. Tidak jauh dari tempat tersebut ditemukan alat pemarut kelapa yang terbuat dari kayu balok 6×12 cm dengan panjang sekira 75 cm.

Saksi kemudian berteriak meminta bantuan warga. Selanjutnya korban langsung dibawa ke RSUD Tais. Hingga pukul 14.30 WIB korban tak kunjung sadarkan diri, selanjutnya dirujuk ke RSUD M. Yunus Bengkulu.
Akan tetapi saat di perjalanan menuju rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut paman korban membuat laporan ke polisi. Pelaku juga menyerahkan diri ke Polres Seluma Polda Bengkulu sekitar jam 5 sore.

Polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengamankan alat parut kelapa sebagai barang bukti.

“Setelah kita lakukan penyelidikan ternyata pelaku mempunyai riwayat pernah berobat dan masih mengkonsumsi obat dari dokter spesialis kejiwaan di Rumah Sakit Raflesia Bengkulu”, pungkasnya. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *