Polisi OTT Oknum LSM dan Ketua BPD di Bengkulu Utara Polisi OTT Oknum LSM dan Ketua BPD di Bengkulu Utara
GerbangBengkulu – Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno menyampaikan, pihak Polres Bengkulu Utara melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum LSM dengan Ketua... Polisi OTT Oknum LSM dan Ketua BPD di Bengkulu Utara

GerbangBengkulu – Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno menyampaikan, pihak Polres Bengkulu Utara melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum LSM dengan Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Muara Santan, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Jumat 29 Mei 2020.

Para pelaku diamankan pihak kepolisian dari rumah makan Parida, Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun dalam perkara tindak pemerasan.

Dijelaskan, Kasat Reskrim Bengkulu Utara AKP Jerry A. Nainggolan memimpin langsung operasi tangkap tangan tersebut.

“Permintaan sejumlah uang ini berawal dugaan adanya penyimpangan DD Tahun Anggaran 2019 di Desa Muara Santan,” ungkap Sudarno.

Awalnya, Ketua dan anggota BPD Desa Muara Santan membuat surat kuasa kepada lembaga LPPRI untuk mengurus dugaan penyimpangan DD Tahun Anggaran 2019 ke aparat penegak hukum.

Setelah surat kuasa ditandatangani, beber Sudarno, Ketua BPD Yudi Ediansyah beserta anggotanya Amri Andrea, Frengki Bastian, Ali Alatas, Mulyadi dan 2 orang pengurus dari lembaga LPPRI melakukan pemeriksaan bangunan fisik yang bersumber dari Dana Desa TA. 2019.

“Usai melakukan pemeriksaan fisik, pelaku Frengki selaku wakil ketua BPD mengajak Kepala Desa Muara Santan, Darwinto, untuk bertemu di rumah makan Parida.

Sesampainya di rumah makan, di lokasi telah ada pengurus Lembaga LPPRI, Bihiman dan M. Zaidi. Selain itu terdapat Ketua BPD dan sejumlah anggotanya.

Dalam pertemuan itu mereka meminta uang Rp 40 juta, apabila tidak dipenuhi maka kasusnya akan dilanjutkan ke ranah hukum.

Darwinto selaku kepala desa yang merasa terancam hanya menyanggupi uang sebesar Rp 5 juta.

Setelah itu pada bulan Mei 2020 berdasarkan keterangan dari M. Zaidi, bahwa Amri jika mau dibantu kasusnya maka jangan kurang dari Rp 50 juta.

“Merasa terancam, kepala desa kemudian membuat laporan ke tim Saber Pungli,” jelas Sudarno.

Usai menerima laporan, Polres Bengkulu Utara melakukan penyelidikan yang berujung pada OTT pada Kamis (28/5) malam, sekira jam 22.30 WIB.

“Unit tipidkor bersama-sama dengan unit opsnal dan unit Pidum di pimpin Langsung kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, melakukan tangkap tangan terhadap saudara Yudi Ediansyah, Frengki Bastian, Bihiman, dan M. Zaidi dengan barang bukti uang sebesar Rp 5 juta,” jelasnya.

Para pelaku akan dijerat dengan pasal 12 e UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *