Polisi Menguak Misteri Teriakan ‘Tidak Mau’ Tania si Pemilik Salon Tono Sukaraja Polisi Menguak Misteri Teriakan ‘Tidak Mau’ Tania si Pemilik Salon Tono Sukaraja
GerbangBengkulu – Teka-teki keberadaan Hartono alias Tania (34), pemilik salon Tono di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sukaraja berhasil dipecahkan oleh jajaran Polsek Sukaraja. “Hari... Polisi Menguak Misteri Teriakan ‘Tidak Mau’ Tania si Pemilik Salon Tono Sukaraja

GerbangBengkulu – Teka-teki keberadaan Hartono alias Tania (34), pemilik salon Tono di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sukaraja berhasil dipecahkan oleh jajaran Polsek Sukaraja.

“Hari Selasa sore (1/1) beberapa keluarga AJ (19), teman pria Tania, datang mengantarkan sepeda motor Honda CBR milik Tania yang sebelumnya dikabarkan dibawa kabur oleh orang tidak dikenal pada Senin (31/12) subuh,” jelas Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana melalui Kapolsek Sukarja Iptu Noviaska, Kamis 3 Januari 2018.

Kabar hilangnya Tania disampaikan oleh pihak keluarga ke petugas kepolisian. Disampaikan, jika pada Senin subuh tetangga sebelah tempat usaha salon milik Tono mendengar teriakan ‘tidak mau-tidak mau,’ beberapa saat kemudian, saksi melihat sepeda motor Honda CBR berpelat nomor BD 2130 CW pergi ke arah Kota Bengkulu.

Kondisi pintu salon yang terbuka membuat tetangga Tania curiga. Pasalnya si pemilik salon juga tidak berada di tempat. Takut terjadi sesuatu hal, saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarga Tania, kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

“Dari keterangan AJ, saat itu (menjelang subuh) Tania sakit perut. Ia dibujuk untuk dirawat di RSUD M Yunus Bengkulu, namun ia menolak dan mengatakan tidak mau-tidak mau,” jelas Noviaska.

Menurut Noviaska, saksi salah paham memaknai kata-kata tidak mau. Saksi mengasumsikan kata-kata tidak mau yang didengarnya adalah ucapan ancaman terhadap Tania.

“Persoalan timbul karena pintu salon terbuka dan pemiliknya juga tidak ada di lokasi, sehingga saksi merasa terjadi sesuatu menimpa Tania,” imbuhnya.

Atas informasi itu, petugas kepolisian kemudian menelusuri keberadaan korban di rumah sakit. Sebelumnya pihak keluarga menyampaikan ke Kapolsek, jika Tania saat itu sedang sakit.

Atas petunjuk itu, anggota unit Reskrim kemudian diperintahkan untuk mengecek ke rumah sakit M Yunus Bengkulu.

“Dari catatan medis memang ada nama korban di daftar pasien, namun pada saat petugas kepolisan tiba di rumah sakit Tania tidak ada lagi,” jelas Noviaska.

Kabar Tania hilang dibawa kabur seseorang bersama sepeda motornya membuat keluarga AJ panik. Pasalnya, saat itu AJ membawa Tania dan sepeda motornya pulang ke rumah orang tuanya di Bengkulu Utara.

Untuk menjelaskan simpang siur kabar yang beredar, AJ ditemani ayah dan pamannya datang dari Bengkulu Utara ke rumah Tania dan menjelaskan persoalan yang sebenarnya.

“Tidak benar ada warga hilang dan mengalami kekerasan, semua persoalan sudah selesai dan kedua belah pihak telah bertemu. Sepeda motor CBR ikut diantarkan pada Selasa sore itu juga,” tandas Noviaska. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *