Polisi Kejar Cukong Pembalakan Liar di HPT Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko Polisi Kejar Cukong Pembalakan Liar di HPT Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko
GerbangBengkulu – Polres Mukomuko Polda Bengkulu menegaskan akan memburu aktor utama pelaku illegal logging atau pembalakan liar di wilayah hukum Polres Mukomuko, Sabtu 11Juni... Polisi Kejar Cukong Pembalakan Liar di HPT Pondok Suguh Kabupaten Mukomuko

GerbangBengkulu – Polres Mukomuko Polda Bengkulu menegaskan akan memburu aktor utama pelaku illegal logging atau pembalakan liar di wilayah hukum Polres Mukomuko, Sabtu 11Juni 2020.

“Aktor utama Illegal loging di Mukomuko akan kami ungkap dan buru secepatnya,” tegas Kapolres Mukomuko AKBP Andy Arisandi.

Aktor utama illegal logging ini, jelasnya lagi, bisa diartikan sebagai orang yang menjadi pemodal ataupun orang yang menampung kayu hasil pembalakan liar di Hutan Produksi Terbatas (HPT) Ipuh ll yang terletak di Kecamatan Pondok Suguh.

“Logikanya, tidak mungkin ada aktivitas illegal logging kalau hasilnya tidak ada yang menampung,” ucapnya.

Pihaknya meminta kepada masyarakat agar bersabar dan memberikan waktu serta dukungan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap dalang dari aktivitas illegal logging di wilayah hukumnya.

“Doakan kami juga suapaya bisa dan diberikan kemampuan dan kekuatan untuk mengungkap kejahatan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, dijelaskan oleh Kapolres, pada Selasa (30/6) akhir bulan lalu sekira pukul 13.00 WIB, Satuan Reskrim Polres Mukomuko melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang terduga pelaku illegal logging yang sedang beroperasi di kawasan HPT Ipuh ll.

Adapun identitas kedua pelaku yang diamankan itu berinisial RA, warga Penarik, dan MS, warga Sungai Rumbai.

“Pada saat penangkapan, terduga pelaku ini sedang melakukan aktivitas penebangan. Di lokasi kita temukan chainsaw (gergaji mesin), sekitar 2 kubik kayu yang sudah berbentuk papan dan balok kayu. Setelah kita lakukan cek titik koordinat, ternyata benar lokasi mereka menebang kayu berada di kawasan HPT. Keduanya berikut barang bukti lain langsung kita amankan,” tegasnya.

Pengungkapan serta penangkapan kasus illegal logging ini bermula dari laporan mitra Polres Mukomuko dalam hal ini Unit Pelaksanan Teknis Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (UPT-KPHP) Mukomuko. Tim dari KPHP melaporkan adanya aktivitas illegal logging, dan langsung direspon tim dari Reskrim Polres Mukomuko.

“Ketika tim tiba di TKP, ternyata benar, ada aktivitas penebangan yang dilakukan kedua terduga pelaku ini,” bebernya.

Ditambahkan, kedua terduga pelaku ini disangkakan melanggar pasal 82 ayat 1 huruf c, dan pasal 83 ayat 1 huruf b dan atau pasal 84 ayat 1 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. “Ancaman pidananya penjara paling lama 5 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 5 miliar,” pungkasnya (**)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *