Pertama di Kabupaten Seluma, Rohidin Meresmikan Pabrik Pengolah Karet Mini Pertama di Kabupaten Seluma, Rohidin Meresmikan Pabrik Pengolah Karet Mini
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melihat hasil produksi lembaran karet di pabrik pengolah karet mini Geo Makmur, Desa Napal Jungur.
GerbangBengkulu – Didampingi sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Seluma, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meresmikan pabrik mini pengolah getah karet di Desa Napal Jungur Kecamatan Lubuk... Pertama di Kabupaten Seluma, Rohidin Meresmikan Pabrik Pengolah Karet Mini

GerbangBengkulu – Didampingi sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Seluma, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meresmikan pabrik mini pengolah getah karet di Desa Napal Jungur Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma, pada Jumat 10 Juni 2020.

Dalam sambutannya, Rohidin memaparkan aturan pendirian pabrik karet yang mana salah satu syaratnya perusahaan harus memiliki kebun inti.

“Lahan di Seluma siap, di Kabupaten Bengkulu Utara juga sama, tapi persyaratan dari Kementerian Perindustrian kalau pendirian pabrik karet di suatu wilayah itu harus memiliki kebun, investor yang menyediakan,” ucapnya.

Menyikapi persoalan perizinan itu, jelas Rohidin, dirinya bersama sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Seluma, diantaranya Benny Suharto berinisiatif membuat pabrik pengolah karet mini.

“Pabrik kecil seperti ini bisa langsung didirikan (tidak memerlukan izin dari kementerian) dan yang mengerjakannya tidak memerlukan tenaga ahli, masyarakat sekitar bisa langsung mengerjakannya,” tambahnya.

Disebutkan, harga jual karet di tingkat petani saat ini Rp 5.500/ kg.

Ketika karet sudah diolah di pabrik mini menjadi lembaran-lembaran, tambah Rohidin, otomatis petani akan mendapatkan harga jual getah karet yang lebih tinggi.

Direncanakan, pabrik karet mini ini akan menghasilan produksi karet sebanyak 25 ton setiap bulannya.

“Nanti hasil lembaran karet akan diekspor ke India. Setiap kelompok (pabrik mini) dialokasikan 25 ton perbulan, perkelompok,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Benny Suharto menyampaikan pendirian pabrik mini pengolah karet merupakan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan.

“Jadi ini per paket ya, ada pengolahan karet dan peternakan. Dari 14 kecamatan ini kita alokasikan 7 titik. Kenapa hanya 7 titik, karena belum tentu semua wilayah ada karetnya,” ujar Benny.

Ditegaskan, apabila hasil produksi telah memenuhi standard importir maka masing-masing kelompok akan menghasilkan produksi 25-30 ton per bulan.

Pabrik karet mini di Desa Napal Jungur adalah yang pertama kali didirikan di Kabupaten Seluma, yang dijalankan oleh BUMP bekerjasama dengan Gapoktan Geo Makmur. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *