Pemprov Bengkulu dan Awak Media Sinergi Lawan Corona Pemprov Bengkulu dan Awak Media Sinergi Lawan Corona
GerbangBengkulu – Penanganan Covid-19 (corona virus) terus diupayakan maksimal, begitupun tentang informasi langkah pencegahan, penanganan, serta penetapan status pasien. Dengan begitu, Pemprov (RSUD M... Pemprov Bengkulu dan Awak Media Sinergi Lawan Corona

GerbangBengkulu – Penanganan Covid-19 (corona virus) terus diupayakan maksimal, begitupun tentang informasi langkah pencegahan, penanganan, serta penetapan status pasien. Dengan begitu, Pemprov (RSUD M Yunus) gelar sosialisasi terkait Covid-19 dengan mengajak awak media di Bengkulu.

Direktur Rumah Sakit M.Yunus, dr. Zulkimaulub Ritonga menjelaskan penanganan pasien Covid-19 sudah dilakukan secara maksimal, baik dalam hal pelayanan, maupun peralatan yang tersedia di tiga rumah sakit Rujukan, RSUD M Yunus, RSUD Hasanudin Damrah, dan RSUD Argamakmur.

“Saat ini sudah tiga rumah sakit dijadikan rujukan, jika sewaktu-waktu ada masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam penanganan Covid-19. Dan Fasilitas kesehatannya pun sudah lengkap, begitupun tenaga medisnya,” ujar Zulki.

Menurut Zulki, status pasien dalam penanganan Covid-19 dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu Orang dalam pemantauan (ODP), Pasien dalam pengawasan (PDP), dan setelah itu baru Suspect. Ia menjelaskan, status ODP masih dalam tahap observasi selama beberapa hari setelah yang bersangkutan diketahui melakukan kontak atau setelah bepergian kewilayah terjangkit, PDP sudah masuk dalam tahap perawatan karena sudah menunjukkan gejala, demam, batuk, pilek, radang maupun sesak napas, dan terakhir suspect adalah pasien yang sudah terbukti positif terjangkit infeksi Covid-19.

“Jadi dalam penanganan pasien Covid-19 perlu dibedakan, agar dalam pemberitaan di masyarakat tidak lagi terjadi perdebatan. Bagaimana kategori ODP, PDP maupun yang sudah dinyatakan Suspect, di sini kami jelaskan kepada rekan-rekan media, agar pemberitaan ke masyarakat tersampaikan dengan valid sehingga tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat,” jelas Zulki yang juga sebagai Dokter spesialis anestesi ini.

Zulki menambahkan profesi wartawan yang dapat langsung bersinggungan dengan pelayan maupun pasien terinfeksi sangat rentan tertular Covid-19. Untuk itu, ia menghimbau rekan-rekan media perlu mengetahui pentingnya penggunaan handscoon, dan masker ketika ada terduga penderita Covid-19 saat akan melakukan wawancara.

“Rekan-rekan media masuk dalam kelompok yang sama dengan paramedis, dan rentan tertular, karena dalam pekerjaannya dapat langsung melakukan kontak dengan pasien penderita. Untuk itu, prinsip prinsip pencegahan infeksinya harus diketahui, dijaga dan dijalankan, sebab rekan-rekan media harus tetap sehat, serta menjaga kebugaran fisik secara baik,” jelas Zulki dalam pertemuan.

Sementara salah satu wartawan, Eko Putra Membara menanggapi sosialisasi Covid-19 sangat penting dilakukan, beberapa hal terkait, penularan, pencegahan, dan penanganan Covid-19 dijelaskan secara rinci. Sehingga wartawan dapat lebih paham, dan masyarakat teredukasi dengan baik, serta pemberitaan dalam penetapan status terduga pasien lebih jelas.

“Disini kita mendapat penjelasan, bagaimana cara penularan, penetapan status pasien, serta langkah pencegahan Covid-19,” jelas Eko yang merupakan Wartawan Bengkulu Ekspress.

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *