Pelaku Kejahatan Seksual, Tak Bisa ‘Nyalon’ Pilkada Pelaku Kejahatan Seksual, Tak Bisa ‘Nyalon’ Pilkada
GerbangBengkulu – Ketua Komisi II DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) Rambe Komarul Zaman menegaskan, pelaku kejahatan seksual tak bisa dicalonkan dalam pemilihan... Pelaku Kejahatan Seksual, Tak Bisa ‘Nyalon’ Pilkada

GerbangBengkulu – Ketua Komisi II DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) Rambe Komarul Zaman menegaskan, pelaku kejahatan seksual tak bisa dicalonkan dalam pemilihan kepala daerah. Bahkan aturan tersebut telah diputuskan.

“Pelaku kejahatan seksual, tak bisa dicalonkan untuk menjadi kepala daerah, ini sudah menjadi putusan,” katanya saat kunjungan kerja Komisi II di Bengkulu, Kamis (11/8)

Hukuman tambahan untuk pelaku kejahatan luar biasa itu, tambah Ketua Komisi II, berangkat dari kejadian pilu di Bengkulu beberapa waktu lalu. “Itu karena belajar dari kasus di Bengkulu,” sambungnya.

Selanjutnya, Komisi II juga mengingatkan Provinsi Bengkulu untuk mempersiapkan tahapan-tahapan Pilkada 2017 Bengkulu Tengah, kemudian 2018 Pilkada Kota Bengkulu juga Pemilu 2019 dan seterusnya. Hingga, Pilkada dan Pemilu serentak secara keseluruhan pada Tahun 2024. Pelayanan E-KTP ditargetkan segera rampung, sebab database DPT (daftar pemilih tetap) akan terkoneksi.

“Untuk pelayanan publik seperti e-ktp harus selesai sebelum pemilu serentak 2019 sesuai Undang-undang,” ucapnya.

Gubernur Bengkulu dalam sambutan Kunker Komisi II DPR RI melaporkan, proses pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember lalu berjalan baik dan lancar. Kepala daerah hasil Pilkada lalu juga sudah dilantik dan telah bekerja.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Pilkada 9 Desember lalu berjalan baik, tak ada konflik. Semuanya lancar,” terang Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti. (mal004/mc)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *