Pelajar di Bengkulu Utara Hamil, Pelakunya Ayah Teman Korban Pelajar di Bengkulu Utara Hamil, Pelakunya Ayah Teman Korban
GerbangBengkulu – Remaja berusia 16 tahun yang berstatus pelajar di salah satu SMP Negeri di Bengkulu Utara melapor ke pihak kepolisian telah menjadi korban... Pelajar di Bengkulu Utara Hamil, Pelakunya Ayah Teman Korban

GerbangBengkulu – Remaja berusia 16 tahun yang berstatus pelajar di salah satu SMP Negeri di Bengkulu Utara melapor ke pihak kepolisian telah menjadi korban tindak pencabulan, pada Selasa 6 November 2018.

Dalam laporannya, korban berulangkali disetubuhi oleh KS (35) warga Kecamatan Arga Makmur, Kebupaten Bengkulu Utara
sejak empat bulan lalu atau sejak bulan Juli.

Terkuaknya perbuatan KS terhadap Mawar berawal dari pihak keluarga yang curiga akan perubahan perilaku dan sikap Mawar, bukan nama sebenarnya.

Mawar disebutkan enggan masuk ke sekolah dan perutnya terlihat besar.

Setelah didesak, Mawar akhirnya mengaku kalau dirinya telah berulangkali berhubungan intim oleh KS. Selain itu, Mawar juga mengungkapkan kalau dirinya sejak beberapa bulan tidak mengeluarkan darah menstruasi.

Bak disambar petir keluarga mendengar pengakuan remaja berusia 16 tahun ini, keluarga kemudian langsung membuat lapornan ke pihak kepolisian.

Keluarga sangat mengenal KS, karena anak pelaku adalah teman sekolah Mawar.

Sejak kelas satu Mawar disebutkan sering bertandang ke rumah KS, begitu pula sebaliknya, anak KS juga sering bermain ke rumah Mawar.

“Setelah kita menerima laporan dan mendapatkan alat bukti pada pukul 18.00 WIB pelaku langsung kita amankan,” jelas Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP Jufri.

Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku telah merayu korban sejak korban duduk di bangku kelas satu SMP.

“Anak pelaku ini adalah teman sekolah korban, jadi korban sering bertandang ke rumahnya dan sejak kelas satu pelaku telah mengincar korban,” ungkap Jufri.

Dari pengakuannya, pertamakali berhasil memperdayai Mawar saat korban naik kelas dua, sekira bulan Juli.

Sejak peristiwa itu pelaku sering mengulangi perbuatannya. Dalam memuluskan niat jahatnya, ia selalu berucap kepada korban, pelaku akan bertanggungjawab, apabila hamil akan menikahinya.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) Sub Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (azm009)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *