Pasca Peristiwa Berdarah, Masyarakat Akan Temui Bupati Tolak Warung Remang-remang Pasca Peristiwa Berdarah, Masyarakat Akan Temui Bupati Tolak Warung Remang-remang
GerbangBengkulu – Pasca peristiwa berdarah di warung remang-remang (Warem) di Desa Tebat Sibun Kecamatan Talo Kecil, pada Rabu (4/9) malam yang nyaris merenggut korban... Pasca Peristiwa Berdarah, Masyarakat Akan Temui Bupati Tolak Warung Remang-remang

GerbangBengkulu – Pasca peristiwa berdarah di warung remang-remang (Warem) di Desa Tebat Sibun Kecamatan Talo Kecil, pada Rabu (4/9) malam yang nyaris merenggut korban jiwa menuai aksi masyarakat, Minggu 8 September 2019.

Sejumlah perwakilan masyarakat menolak berdirinya lokasi Warem di wilayah Talo dan meminta Satpol PP melaksanakan kewenangannya.

“Kami telah berkoordinasi dengan masyarakat, sejumlah kepala desa, bapak camat, bapak kapolsek dan sepakat menolak keberadaan warung remang-remang di daerah kami,” kata Isbahardin, saat ditemui di Kantor Kepolisian Sektor Talo.

Menurutnya, keberadaan sejumlah Warem membuat gejolak sosial di masyarakat. Mulai dari penyebaran penyakit menular, KDRT, tindak pencurian hingga perkelahian.

“Kami meminta Satpol PP melakukan kewenangannya melakukan penindakan terhadap Warem. Kami akan mendatangi kantor bupati dan akan menyampaikan persoalan ini ke Bupati Seluma Bundra Jaya,” ucapnya.

Ditambahkan, pasca keributan di Warem yang hampir merenggut korban jiwa ini, saat ini di wilayah Talo masih berdiri dua buah Warem.

“Kami meminta Pol PP turun melakukan penindakan jangan sampai masyarakat melakukan aksi anarkis dan main hakim sendiri,”ucapnya.

Kapolsek Talo Iptu Sodri saat diminta tanggapannya menambahkan, pihaknya telah berupaya maksimal menindak keberadaan Warem di wilayah Talo.

“Setahun lalu saat pertama kali saya bertugas di sini terdapat 15 Warem, kini masih ada beberapa yang masih buka. Kami telah maksimal melakukan penindakan dengan penyitaan dan pembongkaran. Namun, berselang beberapa hari kemudian pemiliknya ini kembali beroperasi” tutur Sodri.

Pihaknya meminta dukungan lapisan masyarakat, untuk bersama-sama menolak keberadaan Warem.

Dari informasi yang dihimpun, sejumlah Warem yang berdiri di wilayah Talo selain menyediakan miras juga menyediakan jasa prostitusi terselubung.

Sejumlah perempuan pekerja kafe diduga memberikan jasa tambahan bagi para pengunjung yang ingin mendapatkan layanan plus-plus.

Keributan di Warem di Desa Tebat Sibun pada Rabu (4/9) malam, nyaris merenggut korban jiwa. Andes, pemuda Desa Pering Baru, mendapat luka bacokan senjata tajam di bagian kepala.

Sebelumnya Andes melakukan aksi pemukulan terhadap orang yang berada di lokasi Warem. Nahas bagi Andes, orang yang sebelumnya dipukul tiba-tiba mendatanginya dan langsung melakukan penyerangan terhadapnya menggunakan senjata tajam.

Beruntung dalam peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Meski korban mengalami luka sayatan senjata tajam korban selamat setelah mendapatkan penangan medis di RSUD Tais. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *