Pasca Bentrokan HMI VS Polisi, Ratusan Mahasiswa Akan Kembali Turun ke Jalan Pasca Bentrokan HMI VS Polisi, Ratusan Mahasiswa Akan Kembali Turun ke Jalan
GerbangBengkulu – Para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rejang Lebong tidak berhasil menemui satupun anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong. Dari informasi yang disampaikan,... Pasca Bentrokan HMI VS Polisi, Ratusan Mahasiswa Akan Kembali Turun ke Jalan

GerbangBengkulu – Para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rejang Lebong tidak berhasil menemui satupun anggota DPRD Kabupaten Rejang Lebong.

Dari informasi yang disampaikan, ke-30 anggota dewan di Rejang Lebong sedang melakukan perjalanan dinas.

“Para anggota dewan sedang Bintek dan sebagian sedang berkonsultasi ke Kemendes terkait dana desa,” kata Sekretaris DPRD Rejang Lebong, Zulkarnain, didepan para demonstran, Rabu 26 September 2018.

Zulkarnain menegaskan, jadwal ke-30 anggota dewan tersebut telah terjadwal jauh hari, sehingga dipastikan tidak ada maksud untuk menghindari kedatangan para peserta aksi.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rejang Lebong menggelar aksi damai, sebagai bentuk solidaritas atas tindakan represif aparat kepolisian terhadap aksi demo yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu (18/9), pekan lalu.

Dalam orasinya, Korlap aksi di DPRD Rejang Lebong Firman Diansyah,mengutuk keras sikap represif dan arogansi aparat kepolisian dalam menyikapi aksi mahasiswa di DPRD Provinsi Bengkulu lalu.

“Sehingga berujung penangkapan, penganiayaan dan penembakan terhadap peserta aksi,” tutur Firman.

Selain itu, peserta aksi juga meminta Komnas HAM untuk membentuk tim pencari fakta guna menginvestigasi kejadian tersebut. Serta meminta pihak kepolisian untuk bertanggungjawab atas timbulnya korban dalam aksi itu.

Pihak kepolisian diminta meminta maaf secata lisan ataupun tertulis, secara terbuka dan diumumkan di media massa.

“Pernyataan ini sebernya ingin disampaikan langsung pada dewan dan berharap mendukung Komnas HAM melakukan investigasi,” tambahnya.

Aksi yang diikuti sekitar 100 orang tersebut diawali dengan berkumpul di Masjid Jamik dan berjalan ke arah Bundaran Simpang Empat, Air Putih Kota Curup, mengarah ke Jalan Sukowati dan ke Sekretariat DPRD Rejang Lebong.

Peserta membawa spanduk yang bertuliskan Aliansi Mahasiswa Rejang Lebong dan membawa keranda bertuliskan matinya demokrasi.

“Kami akan kembali pada Sabtu (29/9), guna menemui anggota dewan, dengan mengerahkan massa yang lebih besar,” tutup Firman sebelum membubarkan diri. (azm001)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *