Pasang Jaringan Listrik di Daerah Terpencil, PLN Dituntut Ganti Rugi Lahan Pasang Jaringan Listrik di Daerah Terpencil, PLN Dituntut Ganti Rugi Lahan
GerbangBengkulu – Dusun Trans Bukit Batu di Kecamatan Padang Ulak Tanding dan Dusun Trans Lubuk Mumpo di Kecamatan Kota Padang hingga saat ini belum... Pasang Jaringan Listrik di Daerah Terpencil, PLN Dituntut Ganti Rugi Lahan

GerbangBengkulu – Dusun Trans Bukit Batu di Kecamatan Padang Ulak Tanding dan Dusun Trans Lubuk Mumpo di Kecamatan Kota Padang hingga saat ini belum menikmati aliran listrik.

“Kendala pemasangan jaringan di Trans Lubuk Mumpo adalah adanya warga yang meminta ganti rugi atas penempatan tiang listrik,” kata Manajer PLN Rayon Curup, Khaidir Nasir, Kamis 3 Januari 2019.

Diketahui, salah seorang pemilik lahan yang meminta ganti rugi tanam tumbuh untuk pemasangan tiang listrik itu adalah pejabat di Kabupaten Rejang Lebong.

Pihak PLN menyatakan, perusahaan tidak memiliki anggaran untuk ganti rugi tanam tumbuh seperti tuntutan sebagian masyarakat tersebut.

Sedangkan untuk Dusun Trans Bukit Batu yang dihuni 70 kepala keluarga (KK), petugas PLN terkendala akses jalan.

Petugas belum bisa memasukan material jaringan listrik lantaran akses jalannya sulit dijangkau kendaraan bermotor.

“Jalannya berbukit, dengan tanjakan dan turunan tajam. Tiang listrik harus diangkut secara estafet dengan kendaraan khusus,” tambah Khaidir.

Meski terkendala berbagai persoalan, PLN Rayon Curup akan berupaya mencari solusi lain agar ratusan warga di kedua dusun tersebut dapat segera menikmati aliran listrik.

Salah satunya dengan mencari jalur lain untuk menjangkau dua dusun tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Khaidir juga menyampaikan, rasio elektrifikasi di Kabupaten Rejang Lebong sampai akhir Desember 2018 sudah mendekati angka 100 persen.

“Ada juga beberapa wilayah dalam Kota Curup belum dialiri listrik, seperti lokasi-lokasi perumahan baru. Tetapi untuk dalam kota jaringan sudah tersedia dan tinggal disalurkan saja,” tutup Khaidir. (azm001)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *