Nasirwan Thoha, Wajah Lama yang Masih Diperhitungkan Nasirwan Thoha, Wajah Lama yang Masih Diperhitungkan
Nasirwan Thoha, Balon Wakil Bupati Kabupaten Lebong
GerbangBengkulu – Perhelatan politik merebut kursi BD 1 H Kabupaten Lebong di tahun ini masih didominasi orang-orang lama, tak hanya yang bakal calon Bupati,... Nasirwan Thoha, Wajah Lama yang Masih Diperhitungkan

GerbangBengkulu – Perhelatan politik merebut kursi BD 1 H Kabupaten Lebong di tahun ini masih didominasi orang-orang lama, tak hanya yang bakal calon Bupati, tapi juga pendamping Bupati juga masih banyak wajah – wajah lama yang tentunya sudah berkecimpung dan memiliki great capability yang patut diperhitungkan dan masuk dalam lipatan jari lawan politik saat menaiki gelanggang demokrasi ini.

Salah satu tokoh yang nampaknya memikul keseriusan untuk ikut bertarung di Pilkada 2020 Kabupaten Lebong ini adalah H.Nasirwan Thoha.

Siapa yang tak kenal dengan sosok yang satu ini, pria kelahiran 24 Maret 1967 asal Kabupaten Lebong. Salah satu tokoh asli putra daerah, yang sudah melanglang buana, berkecimpung di dunia bisnis dan tentunya juga aktif dalam dunia politik.

Karir dan prestasi jangan ditanyakan lagi, tokoh yang satu ini sudah membuktikan kepada masyarakat terutama masyarakat Lebong pada saat menjadi Wakil Bupati pertama Kabupaten Lebong tahun 2005 – 2008.

Inilah titik awal perjuangan yang ditampakkan oleh Nas setelah pemekaran kabupaten Lebong dari Rejang Lebong.

Dengan pola pikir progresif dan revolusioner,  banyak terobosan – terobosan perubahan yang dilakukan beliau, salah satunya di bidang ekonomi, dan bidang keagamaan yaitu mendatangkan Menteri Koperasi Drs. H. Suryadharma Ali sekaligus meletakkan batu pertama dalam pembangunan Pasar Turan Lalang, dan Menteri Sosial H. Bachtiar Chamsyah yang meletakkan batu pertama dalam pembangunan Masjid Sultan Abdullah yang menjadi kebanggaan masyarakat Lebong saat ini.

Saat dikonfirmasi, mantan Wabup Lebong pertama ini menceritakan perjalanan karir politik yang masih lekat di ingatannya.

Pertama kali ia dipercayakan sebagai Wakil Bupati Lebong tahun 2005 -2008 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 123.28-579 tahun 2005.

Dia tidak menyangkal saat itu dirinya hanya menjabat 3 tahun sebagai orang nomor dua di Kabupaten Lebong kala itu, sebab dia lebih memilih Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI Dapil Bengkulu Al Amin Nasution periode 2008-2009.

“Seharusnya 60 bulan sebagai wabup, tapi saya pindah ke Senayan diminta untuk PAW pak Al Amin Nasution dari Dapil Bengkulu sekitar 1,5 tahun,” ujar Ketua DPW PPP Provinsi Bengkulu tahun  2006 – 2011 itu kepada Gerbang Bengkulu.com Senin (17/2) sore di kediamannya.

Hingga habis masa jabatan di Senayan, beliau memutuskan kembali turun bertarung di Pilkada Lebong tahun 2010, berpasangan dengan mantan Ketua DPRD Lebong, Armansyah Mursalin namun Dewi Fortuna belum berpihak kepada mantan Wabup ini.

Sejak saat itu, bapak tiga orang anak ini  memililih rehat dari dunia politik pasca gagal bertarung di Pilkada Lebong tahun 2010. Itupun lantaran dirinya tengah fokus menyekolahkan anak-anaknya di jenjang perguruan tinggi.

Berharap putra putrinya bisa melanjutkan perjuangan serta perannya dimasyarakat kelak setelah mereka lulus.

Tidak tanggung – tanggung ketiga anaknya dikuliahkan di universitas – universitas ternama di seantero Negeri ini.

Anak pertama lulusan S1 Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung, anak kedua di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dan terakhir di Fakultas Teknik Metalurgi Universitas Indonesia.

“Salah satu alasan saya rehat dari dunia politik aktif adalah ingin memusatkan konsentrasi menyekolahkan tiga anak saya, mengingat putra putri saya sangat membutuhkan support dan bimbingan yang lebih kepada mereka hingga mereka cukup mandiri. ” lanjut  dari anak tokoh ternama Kabupaten Lebong, Mister Thoha menambahkan.

Meskipun gagal dalam bertarung di tahun 2010, saat ini namanya masih diperhitungkan lawan – lawan politiknya lantaran melihat dari banyaknya loyalis yang masih tetap pada pendirian mendukung penuh mantan Wabup ini, tidak hanya loyalis, beliau juga memiliki kantong – kantong suara yang cukup mumpuni hampir di setiap daerah di Kabupaten Lebong.

Relasi yang bagus juga membuat potensi beliau masuk dalam daftar buku strategi lawan – lawannya.

Namun, tak lama lagi publik bakal menyaksikan suami dari Dra. Hj. Elisa Yuniarti, M.Si. ini di atas panggung politik.

Mengingat sang istri berlatar belakang Magister Ilmu Administrasi yang juga Tenaga Ahli Kementerian Sosial Provinsi Bengkulu ini sangat mendukung dan memberikan motivasi untuk sang suami untuk maju di perhelatan politik 2020 ini.

Elektabilitas Nas semakin melonjak setelah namanya digadang – gadang akan berpasangan dengan Ketua DPD Nasdem Kabupaten Lebong, Teguh Raharjo Eko Purwoto.

Kegagalan saat berlaga di ajang eksekutif nomor satu daerah tak membuat dirinya berhenti mendulang suara masyarakat.

Dan mengakui semenjak kegagalan di tahun 2010 yang lalu beliau banyak belajar terutama strategi terjun di masyarakat serta apa yang menjadi persoalan di masyarakat terutama dari aspek Electoral Community dan Political Will dari masyarakat.

Terang Nas, pihak keluarga dan kerabat mendukung dirinya untuk  kembali turun pada gelanggang demokrasi lima tahunan tersebut. Baginya, banyak masyarakat ingin kontribusinya bagi Lebong melalui kebijakan politiknya.

Namun, ia mengakui dukungan itu hanya sebatas mendampingi Teguh REP.  “Setelah berunding dengan keluarga, saya direstui mendampingi Teguh,sebagai  bakal calon wabup,” tutupnya. (AP)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *