Mie Impor Haram, Sidak Disperindag Rejang Lebong Nihil Mie Impor Haram, Sidak Disperindag Rejang Lebong Nihil
Gerbangbengkulu – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI beberapa waktu lalu menarik empat produk mie impor asal China dan Korea tidak berlabel halal... Mie Impor Haram, Sidak Disperindag Rejang Lebong Nihil

Gerbangbengkulu – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI beberapa waktu lalu menarik empat produk mie impor asal China dan Korea tidak berlabel halal dan mengandung minyak babi. Untuk itu, BPOM mengintruksikan pihak terkait agar produk tersebut juga ditarik dari pasaran yang ada diseluruh wilayah Indonesia.

Menanggapi intruksi tersebut, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kabupaten Rejang Lebong lakukan sidak di enam toko di wilayah Pasar Tengah, Kecamatan Curup Kota, Selasa 20 Juni 2017.

Bersama Dinas Kesehatan didampingi Dinas Ketahanan Pangan, Polres Rejang Lebong serta Satpol PP, dab Bappeda Rejang Lebong, Disperingad,Kop,UKM Rejang Lebong tidak menemukan produk tersebut beredar lagi dipasaran.

“Tadi kami sidak ke dua toko manisan di Jl. Merdeka, Indomaret dan Alfamart yang ada di Jl. Merdeka juga. Lalu kami ke Pasar De, semua toko yang didatangi tidak ditemukan empat jenis mie yang mengandung babi seperti dalam edaran BPOM RI tersebut,” kata Nahwan, Kasi Perlindungan Konsumen Disperingad,Kop,UKM Rejang Lebong.

Dalam sidak tersebut, pihaknya memantau peredaran mie Samtyang Mie Instan U_Dong, Nonshim Mie Instan/Simramyun Biaek, Samyang Mie Instan, dan Ottogi Mie Instan (Yeul Ramen) yang diproduksi oleh PT Koin Bumi.

Meskipun tidak ditemukan produk yang ada dalam edaran BPOM RI, pihaknya mengaku menemukan produk sejenis yang tidak berlabel halal namun bukan dari PT Koin Bumi. Namun pihaknya tidak melakukan penarikan produk lantaran hanya diinstruksikan memantau empat produk diatas.

“Ada yang tidak berlabel halal dan impor, tapi bukan produksi PT Koin Bumi seperti dalam edaran BPOM. Karena bukan termasuk daftar pengawasan jadi kami tidak lakukan penindakan. Hanya menghimbau penjual agar memberitahu pelanggannya kalau produk tersebut tidak ada label halalnya,” sambung Nahwan.

Meskipun tidak menemukan produk yang diinstruksikan BPOM RI tersebut, pihaknya akan tetap lakukan pemantauan dibeberapa pasar. Jika terdapat produk tersebut masih beredar, produk tersebut akan ditarik dari peredarannya.

Selain itu, pihaknya menghimbau agar konsumen lebih berhati-hati terhadap produk makanan impor, terlebih tidak terdapat label halal di kemasan tersebut. (rik007)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *