Menjelang Pemilu 2019, Ketua DPRD Seluma Ajak Masyarakat Menjadi Pemilih Cerdas Menjelang Pemilu 2019, Ketua DPRD Seluma Ajak Masyarakat Menjadi Pemilih Cerdas
GerbangBengkulu – Ketua DPRD Seluma Tenno Heika mengajak masyarakat di Kabupaten Seluma untuk menjadi pemilih cerdas, menggunakan hak pilihnya dan tidak golput, Minggu 31... Menjelang Pemilu 2019, Ketua DPRD Seluma Ajak Masyarakat Menjadi Pemilih Cerdas

GerbangBengkulu – Ketua DPRD Seluma Tenno Heika mengajak masyarakat di Kabupaten Seluma untuk menjadi pemilih cerdas, menggunakan hak pilihnya dan tidak golput, Minggu 31 Maret 2019.

“Hindari golput. Masyarakat memberikan hak pilih itu dilindungi Undang-Undang, karena satu suara sangat menentukan bagi masa depan Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu dan untuk bangsa,” kata Tenno.

Mendekati masa pemilihan, masyarakat dihimbau tidak terbuai oleh janji-janji politik yang ditawarkan para calon legislatif yang bertarung dalam Pemilu 2019.

“Masyarakat biasanya dijanjikan sesuatu hal yang tidak masuk akal. Kalau memang mau memberikan sesuatu (caleg), seharusnya jauh-jauh hari tidak menjelang pemilihan umum,” ungkap Ketua DPRD Seluma yang juga maju sebagai caleg dari Partai Nasdem dari Dapil 4.

Masyarakat diminta untuk untuk meneliti track record para caleg yang akan dipilihnya.

“Penilaian caleg meliputi pengalaman berorganisasi, latar belakang pendidikan, interaksi ke masyarakat. Parameter itu adalah hal yang terpenting untuk pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihannya,” jelas dia.

Disampaikan, berbeda pilihan adalah yang biasa, itu bagian dari demokrasi. Jangan hanya beda pilihan, ketertiban, keamanan lingkungan dan tali kekerabatan terputus gara-gara beda pilihan. Baik beda pilihan caleg maupun beda pilihan presiden dan wakil presiden.

Terkait money politics, ungkap Tenno, adalah janji yang menjerumuskan masyarakat. Jangan gara-gara money politics, masyarakat cenderung menentukan pilihannya ke orang yang memberinya uang tersebut.

“Politik itu membutuhkan biaya, jangan hanya gara-gara uang (money politics) masyarakat menentukan pilihannya. Jangan masyarakat mengasumsikan suara masyarakat dibeli dengan harga,” sambungnya.

Karena para caleg dan kandidat yang terpilih adalah para wakil rakyat yang akan meneruskan aspirasi masyarakat dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Seluma.

“Pemilu adalah seleksi yang dilakukan masyarakat untuk mendudukkan calon untuk menjadi wakilnya di parlemen, bukan untuk mendudukkan orang yang hanya diam, duduk di parlemen yang setiap bulannya menerima gaji,” tandasnya.

Ditambahkan, menurut Tenno, sangat disayangkan sejumlah kandidat yang bertarung dalam Pileg 2019 disyinyalir ada yang tidak mengetahui arti menjadi anggota DPRD. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *