Menara SUTET di Betungan Seluma Belum Kantongi Izin Mendirikan Bangunan Menara SUTET di Betungan Seluma Belum Kantongi Izin Mendirikan Bangunan
GerbangBengkulu – Keberadaan menara dan kabel jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang ada di Kelurahan Betungan Kabupaten Seluma ternyata belum mengantongi izin... Menara SUTET di Betungan Seluma Belum Kantongi Izin Mendirikan Bangunan

GerbangBengkulu – Keberadaan menara dan kabel jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang ada di Kelurahan Betungan Kabupaten Seluma ternyata belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), Rabu 21 Maret 2019.

Dari tujuh titik menara SUTET satu diantaranya mengenai Garis Sepadan Pagar (GSP) dan Garis Sebadan Bagunan (GSB) yang berada di tepi Jalan Lintas Bengkulu-Seluma, tepatnya di Kelurahan Betungan Kecamatan Sukaraja.

Selain itu, di Desa Air Kemuning pada titik 58 masih dipagar dan disegel warga setelah belum dilakukannya penyelesaian pembayaran ganti rugi.

“Dari tujuh titik menara sutet satu yang berada di tepian jalan Betungan, Kecamatan Sukaraja belum ada IMB. Namun kenapa saat ini justru menara SUTETnya tetap berdiri tegak,”keluh Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Seluma, Mahwan Jayadi.

Dijelaskan, bahwasanya enam titik menara SUTET sudah memenuhi syarat dan tidak ada aturan yang di langgar. Sehingga IMB pun sudah di keluarkan pada tiga bulan lalu. Izin IMB yang di berikan setelah melibatkan OPD terkait terkhusus PUPR. Khusus pada tower SUTET pada tepian jalan Betungan belum di keluarkan. Karena menyalahi aturan IMB dari segi GSP dan GSB tidak sesuai sehingga tidak di keluarkan.

Sekalipun demikian, pihak perusahaan dan rekanan bisa menindak lanjuti tidak keluarnya IMB bukan malah tetap melanjutkan pembagunan dan pemasangan jaringan.

“Jika titik lainnya sudah tidak ada masalah lagi, namun sampai saat ini pada titik Betungan belum dikeluarkan dan perbaikan tidak dilakukan oleh rekanan,”imbuhnya.

Diketahui, sebelumnya terjadi permasalahan penyegelan dan pemagaran yang diduga terjadi diantara pihak rekanan dan GM PT Sinohydro Corporation Limited, Chang Ifang beserta GM Power China Chang Uyon, yang dipicu permasalahan ganti rugi lahan.

Meski ganti rugi dan tanam tumbuh ke masyarakat sudah selesai dilakukan, namun pembayaran ke pihak ketiga sebagai pelaksana pekerjaan, belum menerima pembayaran dari pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan.

“Jika dalam waktu dekat, ganti rugi itu tidak dilakukan, maka kami akan bongkar tower ini,” ujar Perwakilan Pihak Ketiga Pemilik Lahan, Maryono

Dijelaskan harusnya ganti rugi itu dilakukan sebelum pembangunan dilakukan. Namun selalu berjanji akan membayar ganti rugi itu, akan tetapi setelah dibangun, pembayaran tidak kunjung dilakukan. Namun belakangan IMB bangunan tower belum juga dikantongi.

“Jika pihak TLB dan Sinohyhro memaksa membongkar pagar dan segel yang kami pasang sebelum proses ganti rugi dilakukan, kami akan laporkan masalah ini ke pihak penegak hukum,” terangnya.(azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *