Mabuk, Usai Aniaya Istri dan Membakar Rumahnya, Pria di Seluma Digelandang ke Kantor Polisi Mabuk, Usai Aniaya Istri dan Membakar Rumahnya, Pria di Seluma Digelandang ke Kantor Polisi
GerbangBengkulu – Ulah Emon Saputra (32), warga Desa Renah Panjang Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma tidak patut ditiru. Dalam kondisi mabuk ia melakukan penganiayaan... Mabuk, Usai Aniaya Istri dan Membakar Rumahnya, Pria di Seluma Digelandang ke Kantor Polisi

GerbangBengkulu – Ulah Emon Saputra (32), warga Desa Renah Panjang Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma tidak patut ditiru. Dalam kondisi mabuk ia melakukan penganiayaan terhadap istrinya, kemudian melakukan aksi membakar rumah.

“Pelaku telah kita amankan di Polsek Sukaraja,” jelas Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Merta Dana melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Noviaska.

Krononogis penganiayaan dan pembakaran itu berawal dari keributan antara ES dengan istrinya Siti Martinah (35), pada Sabtu 6 Juli 2019.

“Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ES ini kesehariannya mabuk minuman keras. Tak jarang ia mengajak kawan-kawannya pesta miras di rumahnya,” jelas Noviaska.

Sesaat sebelum melakukan pembakaran rumah, pelaku menganiaya istrinya. Bahkan, istrinya sempat diancam menggunakan senjata tajam.

Bahkan, istri pelaku mendapatkan luka sayatan dibagian leher dan lengannya, saat berusaha merampas senjata tajam jenis sabit yang pakai mengancamnya.

Pasca keributan, sebelum berlalu meninggalkan rumah, ES terlihat oleh anak korban melemparkan puntung rokok di atas kasur.

“Anaknya ini melihat ayahnya melemparkan puntung rokok di atas kasur,” jelas Noviaska.

Disampaikan, pelaku memiliki 2 orang anak yang usianya 7 dengan 2 tahun.

“Anaknya telah berupaya memadamkan api dengan menumpahkan air galon, namun api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan rumah,” jelasnya.

Kebakaran rumah terjadi sekira pukul 19.00 WIB.

Sejumlah warga yang berupaya memadamkan api tak mampu memadamkannya. Rumah panggung itu akhirnya rata dengan tanah dan untuk kerugian materil ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Pelaku yang dalam kondisi mabuk sempat menjadi bulan-bulanan warga yang geram atas perbuatannya, sebelum akhirnya diamankan petugas kepolisian.

“Setelah kita menerima laporan pelaku melarikan diri, kita langsung mencari keberadaan korban di rumah keluarganya. Kita tidak menduga pelaku kembali ke rumahnya, beruntung anggota kita segera ke TKP setelah mendapat informasi pelaku kembali ke rumahnya dan segera mengamankan pelaku,” ungkap Noviaska.

Untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, pelaku yang masih dalam pengaruh minuman alkohol di jebloskan di sel tahanan Polsek Sukaraja.

“Kita jerat dengan pasal 187 KUHPidana dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan ancaman maksimal 15 tahun,” tandas Noviaska. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *