Lukai Dua Anggota Polri dengan Badik, Erik Dijerat Pasal Berlapis Lukai Dua Anggota Polri dengan Badik, Erik Dijerat Pasal Berlapis
GerbangBengkulu – Erik 31 tahun, warga Desa Taba Renah Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah, pelaku penyerangan terhadap dua anggota Polres Bengkulu Utara yang... Lukai Dua Anggota Polri dengan Badik, Erik Dijerat Pasal Berlapis

GerbangBengkulu – Erik 31 tahun, warga Desa Taba Renah Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah, pelaku penyerangan terhadap dua anggota Polres Bengkulu Utara yang memberikan pengamanan di kantor kecamatan Pagar Jati akan dijerat pasal berlapis.

“Kita akan proses lebih lanjut terhadap Erik. Kasus yang akan kita naikkan adalah Sajam (senjata tajam-red), perkara melawan petugas dengan 351 KUHPidana terhadap anggota. Maksimalnya UU No 12 Tahun 1951 ancaman 10 tahun,” tegas Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP Jerry A Nainggolan, Jumat 14 Juni 2019.

Pelaku disebutkan menyerangan dua anggota Polres Bengkulu Utara menggunakan badik.

Akibat penyerangan itu Bripda Reynaldo dan Bripda Anca mengalami luka sayatan senjata tajam.

“Seorang anggota mengalami luka sayatan dibagian kaki, dan satunya di bagian lengan,” jelas Jerry.

Selain Erik, penyidik kepolisian juga mengamankan dua warga lainnya yang tertangkap tangan membawa senjata tajam di tempat umum.

“Totalnya ada tiga orang yang kita amankan, Erik, bu Titin dan adiknya,” jelasnya.

Kronologis penyerangan terhadap petugas itu terjadi pada Jumat dinihari pukul 02.00 WIB di kantor Camat Pagar Jati.

Penyerangan terhadap petugas kepolisian ini berawal dari tuntutan beberapa orang warga yang meminta agar camat mencopot jabatan Kepala Desa Tabah Renah.

Erik cs berdalih, kepala desanya itu cacat moral dan tak layak menjadi pemimpin karena melakukan perselingkuhan.

Sejak Kamis siang (13/6) pukul 14.00 WIB, rapat antara pemerintahan desa Tabah Renah dengan Erik cs digelar di kantor kecamatan Pagar Jati.

Rapat juga dihadiri Tripika. Bahkan saat itu wakil bupati Bengkulu Tengah memimpin rapat terkait tuntutan Erik cs. Namun, rapat berlangsung alot dan tidak menemui kata sepakat.

“Hingga Jumat dinihari Erik cs ngotot agar kepala desanya dicopot. Padahal oleh wakil bupati telah dijelaskan, untuk mencopot jabatan kepala desa harus berdasarkan UU dan harus dibuktikan dulu kesalahannya apa?” jelas Jerry.

Ketika kepala desa akan pulang, Heri disebutkan berusaha menghalangi dan menahan yang bersangkutan untuk tetap berada di kantor kecamatan.

“Petugas kemudian berusaha mengamankan Heri dari tindakan anarkisnya. Tiba-tiba ia mengacunkan badik yang diselipkan di pinggang sehingga melukai dua anggota,” jelas dia.

Pihak kepolisian mengaku kecolongan atas peristiwa yang terjadi. Jerry menyampaikan, sebelum acara pihak kepolisian telah mengamankan 3 senjata tajam yang dibawa Erik, Titin dan adiknya.

“Kita tidak menduga kalau si Erik ini masih membawa badik yang diselipkankan di pinggangnya. Karena petugas sebelumnya petugas telah menyita pisau dari Erik,” jelasnya.

Akibat tindakan Erik, dua warga lain yang sebelumnya kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) turut diamankan.

“Kita amankan Ibu Titin dan adiknya. Tiga orang kita amankan karena ketiganya membawa Sajam,” tandas dia. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *