Lecehkan Dunia Pendidikan, Oknum Kandidat Cabup Lebong diduga Gunakan Ijazah Bodong Lecehkan Dunia Pendidikan, Oknum Kandidat Cabup Lebong diduga Gunakan Ijazah Bodong
GerbangBengkulu – koordinator kelompok studi BENDERA(Barisan Demokrasi Rakyat) Provinsi Bengkulu, Angga Can Yoni, Meminta pihak aparatur penegak hukum untuk lakukan penyelidikan atas adanya oknum... Lecehkan Dunia Pendidikan, Oknum Kandidat Cabup Lebong diduga Gunakan Ijazah Bodong

GerbangBengkulu – koordinator kelompok studi BENDERA(Barisan Demokrasi Rakyat) Provinsi Bengkulu, Angga Can Yoni, Meminta pihak aparatur penegak hukum untuk lakukan penyelidikan atas adanya oknum kandidat yang terindikasi mengantongi dan/atau pernah menggunakan ijazah S1 asli tapi palsu (ASPAL), baru-baru ini sempat Berlaga dalam ajang pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten Lebong tahun 2020.

“Seharusnya pilkada itu ajang menampilkan figur terbaik.Figur harus bersih dan jujur. Jangan bohongi rakyat, apalagi persoalan riwayat pendidikan, yang terindikasi jual beli ijazah, dan penggunaan gelar bodong. Jika sudah begini, Aparat harus ambil langkah hukum. Silahkan lakukan pengumpulan bahan dan keterangan,” Ungkap angga pada Minggu (13/12/2020).

Selain, Merusak citra dunia pendidikan, Mengantongi atau menggunakan ijazah asli tapi palsu(Aspal) merupakan tindakan dengan sengaja melawan hukum. Sebab seorang publik figur pasti tahu bahwa ijazah dan gelar akademik diberikan pada seseorang yang telah memenuhi beberapa syarat dan ketentuan.

“Tindakan tersebut jangan dianggap Sepele,Efek dominonya bahaya. Apalagi hal tersebut dilakukan oleh publik figur. Jika aparat tidak bertindak, bisa saja publik menyimpulkan bahwa dunia pendidikan itu hal sepele dan sekedar formalitas saja. Saya rasa itu bukanlah contoh yang baik bagi masyarakat luas,terkhusus bagi insan yang saat ini sedang bersusah payah berjuang di dunia akademis,” Imbuhnya.

Menurutnya,Mengindentifikasi ijazah asli tapi palsu tidaklah sulit. Sebab ijazah aspal/bodong didapatkan dengan cara tanpa melalui proses yang ada dalam kalender akademik suatu perguruan tinggi.

“Silahkan di cek di website pangkalan data perguruan tinggi milik kementerian pendidikan dan kebudayaan.Silahkan klik https://pddikti.kemdikbud.go.id.Cek riwayat studi dan nomor register ijazahnya. Lebih jauh silahkan cek di kopertis. Silahkan tanya dengan teman seangkatan dan civitas akademika kampusnya langsung. Ingat,Syarat menjadi sarjana itu harus melalui fase mahasiswa dan sudah menyelesaikan minimal 145 SKS Serta telah lulus sidang skripsi,”Pungkasnya.(Dwa212)

gerbang 86

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *