Ketua Tim Rohidin-Rosjonsyah, M. Saleh: Tanda-Tanda Kemenangan di Depan Mata Ketua Tim Rohidin-Rosjonsyah, M. Saleh: Tanda-Tanda Kemenangan di Depan Mata
GerbangBengkulu – Ketua Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin-Rosjoansyah, M. Saleh melihat adanya tanda-tanda kemenangan sudah di depan mata. Hal... Ketua Tim Rohidin-Rosjonsyah, M. Saleh: Tanda-Tanda Kemenangan di Depan Mata

GerbangBengkulu – Ketua Tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin-Rosjoansyah, M. Saleh melihat adanya tanda-tanda kemenangan sudah di depan mata. Hal ini diperkuat dengan bergabungnya Partai Demokrat di detik-detik akhir pendaftaran, Sabtu 5 September 2020.

“Tanda-tanda alam kita akan menang karena Demokrat pada detik-detik terakhir bergabung,” sampai M. Saleh yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini. Ia yakin, bergabungnya demokrat akan menambah daya gedor untuk merebut kemenangan yang bermartabat.

Sehingga pasangan Rohidin – Rosjonsyah sudah menguasai lebih dari 50 persen kursi DPRD Provinsi Bengkulu dengan tujuh partai pengusung dan pendukung di Pilgub Bengkulu 2020. Ada partai Golkar, PKS, PSI, PDI-P, PPP, Demokrat dan PKPI dengan total 23 kursi.

Saleh juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merapatkan barisan dengan mengajak seluruh konstituen bergabung bersama dan memenangkan Rohidin- Ronjonsyah di Desember 2020 akan datang.

“Setelah pendaftar nanti dan sudah ditetapkan sebagai calon oleh KPU maka tidak ada waktu lagi buat kita untuk bersantai-santai. Mari kita bekerja keras, berikhtiar dan selalu berdoa di dalam setiap kesempatan agar apa yang kita usung ini akan membuahkan hasil seperti yang kita harapkan dan lebih dari itu,” harap Saleh.

Selain itu tambahnya, pesan dan doa kita semua bisa mendapatkan sosok pemimpin yang dapat memperjuangkan pemerintahan yang bersih bebas dari KKN dan mengayomi seluruh masyarakat provinsi Bengkulu.

Saleh juga berpesan kepada seluruh tim dan simpatisan untuk menggunakan cara-cara yang bermartabat dalam suksesi ini. “Pesta demokrasi ini 5 tahun sekali jadi kita tidak boleh menggunakan cara-cara yang tidak dibenarkan oleh aturan dalam proses kampanye dan pemenangan calon,” pungkas Saleh. (*)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *