Ketakutan, Berulangkali Dicabuli, Bocah ini Ceritakan Pelecehan Seksual ke Ibunya Ketakutan, Berulangkali Dicabuli, Bocah ini Ceritakan Pelecehan Seksual ke Ibunya
GerbangBengkulu – Kasus pencabulan anak di bawah umur di awal tahun ini kembali mencuat di Kabupaten Bengkulu Utara. Pelaku tindak pencabulan ini berinisial AR,... Ketakutan, Berulangkali Dicabuli, Bocah ini Ceritakan Pelecehan Seksual ke Ibunya

GerbangBengkulu – Kasus pencabulan anak di bawah umur di awal tahun ini kembali mencuat di Kabupaten Bengkulu Utara. Pelaku tindak pencabulan ini berinisial AR, yang tak lain tetangga korban yang usianya baru menginjak 16 tahun, Jumat 4 Januari 2018.

Pelaku dilaporkan telah berulangkali mencabuli Mawar, bukan nama sebenarnya, bocah berusia 9 tahun warga Kecamatan Pinang Raya, pelajar yang duduk di bangku kelas lV sekolah dasar.

Dari keterangan yang disampaikan oleh Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, terkuaknya tindak pencabulan ini berawal dari trauma korban terhadap keberadaan pelaku yang selalu berusaha mendekatinya.

“Anak ini melapor kepada ibunya bahwa pelaku sering mengganggunya,” jelas Jufri.

Setelah ditanya lebih jauh terkait maksud ucapan anaknya ini, Mawar menyebut jika AR telah berulangkali mencabulinya.

Mendengar pengakuan putrinya ini, ibu korban terkejut dan segera melaporkan tindakan pelaku ke pihak kepolisian pada Kamis (3/1) petang.

“Setelah memperolah alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi, pelaku langsung kita amankan,” kata Jufri.

Setelah diamankan dan menjalani pemeriksaan, pelaku menyebut telah beberapa kali mencabuli Mawar, dan tindakan bejat itu dilakukan di rumah korban.

“Pelaku menyebut pertama kali mencabuli Mawar pada Bulan Juni lalu. Pelaku yang melihat korban tertidur di depan televisi kemudian mencabulinya,” ungkap Jufri.

Setelah kejadian itu, pelaku disebutkan mengulangi perbuatannya sebanyak dua kali.

“Kami menghimbau kepada orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya. Karena pelaku kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur ini dominan dilakukan oleh orang terdekat,” tutur Jufri.

Para orang tua diminta untuk membangun komunikasi yang akrab dengan anak-anaknya, agar kejadian ini tidak terulang di kemudian hari.

“Salah satunya memberikan pemahaman kepada anak dengan bahasa yang mudah dipahami. Seperti nasehat, siapapun orangnya tidak diperbolehkan memegang atau menyentuh bagian tertentu pada tubuh anaknya, siapapun itu,” kata Jufri mencontohkan salah satu pemahaman agar anak terhindar dari pelecehan seksual.

Ditambahkan, apabila ada yang merayu, apalagi ada orang yang memegang pada bagian tubuh si anak diberikan pemahaman untuk segera menyampaikan kejadian itu kepada orang tua. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *