Kemarau Panjang, Debit Air Irigasi di Curup Alami Penyusutan Kemarau Panjang, Debit Air Irigasi di Curup Alami Penyusutan
GerbangBengkulu – Kalangan petani dikawasan Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong mulai resah, disebabkan pasokan air yang biasa mengaliri sawahnya saat... Kemarau Panjang, Debit Air Irigasi di Curup Alami Penyusutan

GerbangBengkulu – Kalangan petani dikawasan Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong mulai resah, disebabkan pasokan air yang biasa mengaliri sawahnya saat ini mengalami penyusutan.

Seperti yang diungkapkan Muliawati, yang saat ini tengah menanam padi yang baru berusia 2 bulan. Menurutnya, tanaman padi usia 2 bulan idealnya selalu terendam air agar hasil tanam maksimal.

“Aliran air dari irigasi kecil terpaksa dibagi bergiliran dalam dua termin, yaitu siang dan malam. Jika tidak bergiliran maka dibagian hilir tidak akan kebagian,” katanya, Minggu 8 September 2019.

Terbatasnya pasokan air ini akan mengakibatkan pertumbuhan padi tidak maksimal, seperti padi tidak berisi hingga gagal panen.

Selain itu, genangan air dapat menghambat pertumbuhan rumput dan juga jika tanah sudah kering akan mempersulit pembersihan rumput.

“Berharap agar segera turun hujan, sehingga pasokan air menjadi bertambah,”  tambahnya.

Sementara itu, menurut Kabid Irigasi Dinas PUPR Kabupaten Rejang Lebong, Suhairi, mengatakan musim kemarau yang terjadi saat ini di berdampak pada penurunan air irigasi hingga 40 persen, walaupun tidak ada air irigasi yang kekeringan total.

“Pengurangan debit air terjadi pada 86 titik aliran irigasi, diantaranya terjadi di bendungan Musi Kejalo, yang memasok aliran untuk wilayah Kecamatan Curup Timur, Selupu Rejang, dan Curup Utara. Serta irigasi di Desa Pelalo Kecamatan Sindang Kelingi dan irigasi di Kota Padang,” tutupnya. (azm001)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *