Kehilangan Uang Rp 60 juta, Setelah Diciduk Polisi Pelakunya Ternyata sang Anak Kehilangan Uang Rp 60 juta, Setelah Diciduk Polisi Pelakunya Ternyata sang Anak
GerbangBengkulu – Saiman Iksanudin, warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, tidak menduga sama sekali jika ‘otak’ pelaku pencurian di rumahnya adalah anak... Kehilangan Uang Rp 60 juta, Setelah Diciduk Polisi Pelakunya Ternyata sang Anak

GerbangBengkulu – Saiman Iksanudin, warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, tidak menduga sama sekali jika ‘otak’ pelaku pencurian di rumahnya adalah anak kandungnya.

Seandainya korban mengetahui pelaku pencurian adalah anak kandungnya, mungkin saja dia tidak akan membuat laporan ke pihak berwajib.

Korban atas nama Saiman kehilangan uang tunai sebesar Rp 60,2 juta yang disimpan di dalam almari kamarnya, pada Minggu malam (13/10).

Diketahui, pelaku pencurian beraksi ketika pemilik rumah tidak berada di tempat.

Mendapati uangnya raib, korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian.

Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana melalui Kapolsek Talo Iptu Sodri menyampaikan, para pelaku pencurian telah diamankan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan olah tempat kejadian (TKP), penyidik menemukan petunjuk siapa pelakunya,” tutur Sodri, Kamis 17 Oktober 2019.

Sejumlah pelaku kemudian diamankan petugas kepolisian dari berbagai tempat, salah satunya diamankan dari Kota Bengkulu. Inisial nama ke-lima pelaku yang diamankan petugas yakni YO (22), DI (22), RI (22), AK (22), dan TA (22) yang semuanya adalah warga Desa Mekar Jaya.

“Otak pelaku pencuriannya adalah YO (22), statusnya adalah anak korban. Orang tua korban menangis dan menyesal, karena tidak menduga jika otak pelaku pencurian adalah anak kandungnya,” beber dia.

Ke empat pelaku kemudian mendapatkan bagian dengan total jumlah Rp 2,9 juta, selebihnya uang hasil tindak pencurian itu dikuasai YO.

“Uangnya digunakan oleh YO untuk membeli sepeda motor dan bersenang-senang di Kota Bengkulu. Pelaku lain ada yang menerima uang Rp 1 juta, Rp 900 ribu dan kedua tersangka menerima bagian masing-masing Rp 500 ribu,” jelas Sodri.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya para pelaku kini meringkuk di sel jeruji besi dan terancam pidana kurungan maksimal 7 tahun. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *