Kecewa Kinerja DPRD Rejang Lebong, Puluhan Warga Gelar Aksi Demonstrasi Kecewa Kinerja DPRD Rejang Lebong, Puluhan Warga Gelar Aksi Demonstrasi
GerbangBengkulu – Korban penggelapan dana nasabah Kantor Pos Curup, yang didominasi warga asal Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), mengaku kecewa atas kinerja pemerintah daerah... Kecewa Kinerja DPRD Rejang Lebong, Puluhan Warga Gelar Aksi Demonstrasi

GerbangBengkulu – Korban penggelapan dana nasabah Kantor Pos Curup, yang didominasi warga asal Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT), mengaku kecewa atas kinerja pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Rejang Lebong. Mereka kemudian melakukan aksi demo di depan kantor Pos Curup pada Senin, 11 Maret 2019.

Demonstrasi yang digelar puluhan warga tersebut merupakan bentuk kekecewaan ke DPRD dan Pemkab Rejang Lebong atas penanganan pengembalian uang nasabah yang diduga digelapkan oleh oknum Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pos Padang Ulak Tanding.

“Padahal beberapa kali mengadukan persoalan ini, jika kami tidak turun sendiri (demo). Permasalahan ini tidak ditindaklanjuti,” kata Korlap aksi, Ishak Burmansyah.

Apalagi persoalan ini sudah bergulir sejak 2017, kantor Pos Curup juga terkesan tidak sepenuhnya bertanggungjawab atas pengembalian dana nasabah.

Berdasarkan pendataan awal ada korban penggelapan sekitar 140 nasabah dengan total kerugian Rp 2 miliar, dengan jumlah tabungan bervariasi mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 60 juta.

Sementara itu menurut Kepala Kantor Pos Curup, Abdul Jamil, pihaknya berkomitmen akan mengembalikan dana nasabah, langkah awal pada September 2017 telah melakukan pengumpulan data secara keseluruhan.

Bagi data yang sudah dianggap fix dilakukan pengembalian. Tahap pertama telah mengembalikan dana bagi 15 nasabah, dengan total yang dikembalikan Rp 175 juta, selanjutnya tahap kedua bagi 20 nasabah dengan total Rp 114 juta. Pengembalian dana masih terus dilakukan langsung oleh Kantor Pos pusat.

Kantor Pos kesulitan mengembalikan dana nasabah yang hanya memiliki bukti kuitansi saja tanpa tercatat dibuku tabungan, sehingga tidak ada dasar yang kuat untuk Kantor Pos mengembalikan dana tersebut.

“Agar kiranya pihak nasabah melakukan tuntutan baik ditujukan kepada Kantor Pos ataupun oknum kepala kantor pos tersebut. Nantinya dari hasil pengadilan tersebut akan menjadi dasar bagi Kantor Pos untuk mengembalikan dana nasabah,” tutur Jamil.

Seperti diketahui bahwa pada medio 2017 terungkap adanya penggelapan yang dilakukan oleh oknum KCP Kantor Pos Padang Ulak Tanding, Muhafil Asri.

Oknum kantor pos tersebut menarik dana tabungan tanpa sepengetahuan pemiliknya dan sebagian setoran nasabah tidak tercatat dibuku tabungan dengan alasan sedang mati lampu.

Sebelumnya pada pertengahan bulan Februari, warga yang menggelar aksi tersebut telah mengadukan persoalan penggelapan itu ke DPRD Rejang Lebong.

Saat itu, perwakilan warga yang berjumlah 15 orang diterima langsung oleh Ketua DPRD Rejang Lebong, M. Ali. Mereka mempertanyakan perkembangan kasus penipuan yang dilakukan oleh Kepala Kantor Pos PUT Tahun 2017, dan pihak DPRD akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan pengembalian uang nasabah yang digelapkan oleh oknum KCP Kantor Pos PUT. (azm009)

Admin 93

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *